Senin, 03/10/2022 | 19:36 WIB
Gresik Satu
Pemerintahan

13 Ekor Sapi di Gresik Mati Karena Terinfeksi Wabah PMK, Pemkab Ajukan Status KLB

Teks foto : Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pengobatan sapi di peternak H. Bakri Kecamatan Balongpanggang (Faiz /gresiksatu.com)

GresikSatu | Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi meluas di Gresik. Update per, Senin (9/5/2022) kemarin, sudah ada 13 sapi yang mati. Dari belasan sapi mati itu berasal dari Kecamatan Menganti dan Wringinanom.

Pemkab Gresik melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) mengajukan status kejadian luar biasa (KLB) ke Kementerian Pertanian RI. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Gresik, Eko Anandito Putro. Dia mengaku sudah mengirimkan surat dan laporan terkait wabah PMK. 

“Surat itu meliputi permintaan status KLB, sudah kita kirim ke Ibu Gubernur tanggal 6 Mei 2022 sebagai lampiran surat ke Kementan RI,” ucapnya, Selasa (9/5/2022).

Dikatakan, wabah PMK di Kabupaten Gresik sendiri meluas. Sudah ada sekitar ada 729 ekor sapi yang terindikasi wabah PMK. “Total populasi sapi di kandang yang diidentifikasi 959 ekor, terindikasi sakit 729 ekor. Sembuh 10 ekor dan mati 13 ekor serta potong paksa 26 ekor,” ujarnya.

Baca Juga : Perhatikan Ciri-ciri dan Dampak Wabah PMK Pada Sapi 

Kini, pihaknya melakukan langkah sebagaimana arahan dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Menutup pasar hewan dan melakukan isolasi hewan sapi yang terinfeksi. 

“Hingga menyiapkan vaksinasiterhadap seluruh ternak dengan cakupan 70 persen serta pengobatan simtomatis pada ternak yang terjangkit,” jelasnya. (faiz/aam)