Minggu, 25/09/2022 | 17:13 WIB
Gresik Satu
Berita Gres Pendidikan

271 Sekolah di Gresik, Siap Terapkan Kurikulum Merdeka 

Gresiksatu.com
Para kepala sekolah saat melakukan Bimtek dari Dinas Pendidikan Gresik di Sekolah Upt SMPN 3 Gresik (Foto :Faiz /Gresiksatu.com)

GresikSatu | Sebanyak 271 sekolah di Kabupaten Gresik siap menjalankan kurikulum merdeka. Hal ini selaras dengan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kepmendikbud) nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran, implementasi Kurikulum Merdeka dimulai pada tahun ajaran 2022/2023.

“Sudah ada 271 sekolah di Kabupaten Gresik yang siap terapkan kurikulum merdeka pada tahun ajaran 2022 /2023. Kurikulum ini akan berlangsung saat masuk sekolah nanti tanggal 18 Juli 2022 mendatang,” ucap Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dispendik Gresik Nur Maslichah. 

Menurutnya dari jumlah 271 sekolah itu, di Tahun ajaran kemarin 2021/2022. Ada beberapa sekolah, yang sudah menjadi sekolah penggerak program Kemendikbud RI. Artinya sudah menerapkan kurikulum merdeka. 

“Tahap awal, ada 40 sekolah penggerak. Lalu dilanjut tahap kedua ada 47 sekolah penggerak. Semuanya sudah menerapkan kurikulum merdeka. Mulai jenjang TK, SD, sampai SMP. Ditambah tahun ajaran baru ini ada 184 sekolah secara mandiri tanpa mengikutsertakan sekolah penggerak. 145 SD dan 39 SMP. Total semua ada 271 sekolah yang siap terapkan kurikulum merdeka,” paparnya, Rabu (13/7/2022). 

Dari 184 sekolah yang ikut serta terapkan kurikulum merdeka ini, ujar Icha sapaan akrabnya. Dinas Pendidikan Gresik melakukan bimbingan teknis (Bimtek), kepada para kepala sekolah sebagai persiapan kurikulum merdeka ini. 

“Bimtek dilakukan selama empat hari mulai Senin kemarin sampai Kamis mendatang. Bimtek ini adopsi dari sekolah penggerak untuk penguatan kurikulum merdeka,” ujarnya.

Dijelaskan, kurikulum merdeka ini pembelajaran lebih kepada keaktifan siswa dan paradigma baru. Lebih melayani ke person atau setiap siswa. Menekankan kompetensi siswa. 

“Nantinya guru berperan aktif bisa memetakan kompetensi siswa. Mana siswa yang belum paham pelajaran, yang setengah paham pelajaran sampai siswa yang paham pelajaran,” jelasnya. 

Untuk itu, target kurikulum ini akan dicapai 3-4 tahun ke depan. Yakni dengan lima intervensi yang sudah ditentukan. Diantaranya, peninggkatan kapasitas SDM, baik guru, kepala sekolah, hingga pengawas, kemudian pendampingan asimetris, diajari merencanakan berbasis data, diajari pembajaran paradigma baru, dan tentunya digitalisasi sekolah.

“Program Ini merupakan katalisator percepatan hasil belajar. Hasilnya tetap meningkatkan mutu pendidikan dengan melihat belajar siswa secara holistik,” katanya memungkasi .

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Kabupaten Gresik M Nur menambahkan, untuk penerapan kurikulum merdeka di tingkat SD dimulai kelas 1 dan 4. Untuk tingkat SMP kelas VII. “Kalau sekolah SMP sudah menerapkan program sekolah penggerak (PSP), maka dilanjut ke kelas 8,” tambahnya. 

Diakuinya, selain Bimtek yang dilakukan oleh dinas, pihak sekolah juga antusias dengan menyelenggarakan bimtek mandiri. Hal ini dilakukan agar SDM sekolah lebih siap dalam mengimpelemtasikan kurikulum merdeka ini.

“Termasuk ada beberapa sekolah yang bekerjasama dengan universitas untuk bimtek kurikulum merdeka ini,” ujarnya. (faiz/aam)