Jumat, 27/05/2022 | 22:36 WIB
Gresik Satu

Ainun Najib di Mata Keluarga, Harumkan Nama Keluarga dan Desa Kelahiran

Ayah Ainun Najib, H. Abdul Rozaq saat di rumahnya Desa Klotok Kecamatan Balongpanggang, Sabtu (5/2/2022)./ Foto: TBK
Ayah Ainun Najib, H. Abdul Rozaq saat di rumahnya Desa Klotok Kecamatan Balongpanggang, Sabtu (5/2/2022)./ Foto: TBK

GresikSatu I Viralnya nama Ainun Najib (32) yang disebut Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang meminta PBNU untuk mencari dan memintanya untuk di pulangkan dari Singapura, mendadak pula Desa Klotok Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik ikut Viral.

Ainun Najib sosok pemuda yang lahir di Desa Klotok, Kecamatan Balongpanggang. Lahir dari pasutri H. Abdul Rozaq- Rustinah. Ayahnya seorang kiai kampung, alumnus Pondok Pesantren (Ponpes) Qomaruddin, Sampurnan, Kecamatan Bungah, Gresik. Ibunya seorang guru SD.

Ainun Najib memulai pendidikan dasar dari sebuah sekolah madrasah. Yakni, di Madrasah Ibtidaiyyah Islamiyah, Ganggang, Kecamatan Balongpanggang. Kemudian melanjutkan ke SMPN Balongpanggang. Selepas itu melanjutkan pendidikan di  SMAN 5 Surabaya.

Berkat prestasinya di bidang teknologi komputer, Ainun mendapat beasiswa kuliah di Universitas Nanyang Singapura, hingga bekerja di salah satu perusahaan di negeri Singa itu.

Dengan prestasi yang luar biasa serta membuat kagum Presiden Jokowi, Orang tua Ainun Najib,  H. Abdul Rozaq sangat bangga dimana anakknya memiliki potensi yang sangat bagus dalam perkembangan teknologi.

Saat ditemui dirumahnya, pria yang akrab disapa Abah Rozaq mengungkapkan rasa syukur dan bangga lantaran anaknya bisa ikut serta mengharumkan nama keluarga dan daerah kelahirannya (Desa Klotok) yang jauh dari kota Gresik hingga terkenal di seluruh Indonesia.

“Disebut Presiden dengan prestasinya, sangat membanggakan kami (keluarga) juga membanggakan Desa kelahirannya menjadi viral, Alhamdulillah,” kata Rozaq, Sabtu (5/2/2022).

Ia juga menceritakan tentang Ainun Najib kecil yang sejak kelas 5 SD sudah menunjukan kebiasaan positif, salah satunya adalah rasa penasaran dan rasa ingin tahu yang tinggi mulai dari kegiatan religi hingga pendidikan terutama tentang teknologi.

Hingga, lanjut Rozaq sampai setiap malam selalu mengintip saat dirinya sholat dan mengaji dan ia (Ainun) pun beranjak mengikuti kebiasaan itu hingga sholat malam.

“Ainun kecil selalu penasaran dan memiliki rasa ingin tahu sejak kecil, mulai bidang religi (agama) hingga pelajaran sekolah terutama minat pada teknologi,” jelas Abah Rozaq.

Selain itu, tambah Abah Rozaq anaknya dalam pendidikan mampu mempertahankan dan meningkatkan prestasinya di setiap jenjang pendidikan yang dijalani, mulai SMP, SMA dan Perguruan Tinggi.

Ia menjelaskan anaknya lulusan SMAN 5 Surabaya. Setelah itu meneruskan kuliah di Universitas Teknologi Nanyang atau Nanyang Technological University (NTU) Singapura, jurusan Teknik Komputer dan bekerja di sana.

“Anak saya (Ainun) memang cerdas dan disiplin, selalu tertarik dengan ilmu komputer, makanya ketika mengatakan akan kuliah di Singapura, kami sangat mendukung. Dalam kegiatan sosial pula, ia juga ikut serta menginisiasi penyelenggaraan santunan yatim bahkan juga ikut memberi santunan,” ujarnya.

Terkait dari harapan pemerintah yang disampaikan oleh Presiden Jokowi, Abah Rozaq menyerahkan sepenuhnya pada Ainun, sebab yang menjalani adalah dirinya beserta keluarganya. Tambahnya.

“Semua itu saya serahkan kepada Ainun dan keluarga kecilnya, kami hanya bisa berdoa dan memberikan saran yang terbaik buatnya,” ucap Abah Rozaq.

Harapan Presiden Jokowi tentang Ainun Najib tersebut disampaikan saat acara Pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Harlah ke-95 Nahdlatul Ulama (NU) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (31/1/2022) kemarin.

Alasan Jokowi meminta Ainun pulang ke tanah kelahirannya adalah agar bisa membantu Indonesia khususnya dalam bidang Informasi Teknologi (IT), penyebabnya Ainun adalah sosok yang sukses di bidang IT di Singapura.**