Minggu, 27/11/2022 | 04:53 WIB
Gresik Satu
Pemerintahan

Atasi Penyakit PMK, Gresik Sediakan 8 Ribu Vaksin

pmk1
Vaksinasi PMK dilakukan Dinas Peternakan Jatim di Kecamatan Balongpanggang beberapa waktu lalu. / (Foto:TBK/gresiksatu.com)

GresikSatu I Total 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Gresik, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah menyebar ke 15 kecamatan. Hingga 3 Agustus 2022 lalu, Pemkab telah menyediakan sebanyak 8.000 vaksin dan telah disuntikkan ke lebih dari 4.900 hewan sapi.

Di Kecamatan Manyar, Tambak, dan Sangkapura kurang lebih 5.000 ekor sapi yang terinfeksi. Atas penyebaran penyakit PMK inilah yang mendorong Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani untuk cari solusi dengan melakukan vaksinasi dan pemberian obat-obatan.

Di sisi lain komisi B DPRD Jatim Amar Saifudin melakukan monitoring di Kabupaten Gresik bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Indyah Aryani, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik Eko Anindito Putro, kegiatan ini dilaksanakan di aula Putri Cempo Kantor Bupati Gresik, Jumat (5/8).sebagai upaya tindak lanjut pencegahan dan pengendalian PMK di Provinsi Jawa Timur.

Amar Saifuddin menyebut ada sekitar 400.000 ekor hewan ternak (sapi) di Indonesia terinfeksi PMK. Kerugian ditaksir mencapai Rp. 9.9 triliun. Di Jawa Timur sendiri, kasus sebaran PMK semakin naik belakangan ini.

“Laporan terakhir dari Dinas Peternakan Jawa Timur 173.000 sekian kasus yang sakit 51% yang sembuh baru 46%, berarti kesembuhannya ini juga relatif belum maksimal, kemudian yang potong paksa 1,sekian% dan mati 1,sekian %,” ungkap Amar.

Sedangkan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Indyah Aryani, kedepannya para peternak akan diberikan bantuan potong bersyarat hewan ternak mereka yang terjangkit PMK oleh pemerintah.

“Dimana rencana besaran bantuannya Rp.10.000.000 per ekor Sapi, Rp.1.500.000 per ekor Kambing dan Domba, Rp.2.000.000 per ekor Babi. Tentu saja terdapat syarat bagi mereka agar bisa menerima bantuan ini, salah satunya harus masuk dalam data Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS),” ucapnya.

Ditempat yang sama, Bupati Gresik yang akrab disapa Gus Yani menilai penanganan PMK di Gresik terbilang cukup, mulai dari pengumpulan data cepat penyebaran hewan ternak per kecamatan, regulasi jual beli hewan ternak sampai penutupan pasar hewan di beberapa titik. Hal ini bertujuan memutus rantai penyebaran PMK dan menyikapi jumlah nakes yang kurang mencukupi dalam merespon gejolak PMK di Gresik. Secara Gresik sendiri merupakan salah satu dari 4 daerah pertama yang ditetapkan sebagai kawasan PMK.

“Karena kami melihat kenapa kok ditutup? kami kasihan para nakes, nakesnya terbatas, ketika pasar ini dibuka maka penyebarannya tidak berhenti, terus menyebar terus, maka kita mencoba untuk berhentikan dulu sementara di pasar. Tapi kita tidak melarang pendistribusian antar kandang, asalkan sapi ini benar-benar dinyatakan sehat,” ujarnya. (Tov)

Baznas Gresik