GresikSatu | Akibar intensitas hujan tinggi di Pulau Bawean, Rabu (15/2/2023) tadi pagi banjir menerjang sejumlah desa di Pulau Bawean. Seperti di Desa Telukjatidawang Kecamatan Tambak, Pulau Bawean banjir menggenangi area pemukiman di tiga dusun setempat. Dusun Dedawang, Sumberlanas, dan Telukjatidawang.
Informasi yang dihimpun, banjir mulai masuk ke puluhan rumah warga desa setempat, sekitar pukul 09.00 WIB. Selain itu air juga masuk ke area persawahan yang masih baru ditanam di desa setempat.
“Air ukuran mata kaki orang dewasa atau sekitar 15-20 cm, saat masuk ke rumah warga. Ada sekitar 30 rumah yang terdampak banjir ini,” ungkap Kades Telukjatidawang Fahrur Rozi, Rabu (15/2/2023).
Pihaknya juga turut terjun ke lokasi banjir mengatur air agar surut. Serta membantu pengedara motor yang terjebak di jalanan. Pasalnya air banjir juga menggenangi jalan utama di desa tersebut.
“Alhamdulillah perlahan air mulai surut, air datang dari area pegunungan lalu ke sungai yang meluap di desa setempat. Debit air tinggi, sungai juga mengalami pendangkalan. Ini lebih besar dari banjir yang datang pada akhir tahun 2022 yang lalu,” paparnya.
Banjir serupa juga terjadi di Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura beberapa hektar sawah dan jalan tertutup air banjir. Lalu, di Desa Gunungteguh juga terjadi longsor di Gunung Malokok. Beberap tumbuhan dari gunung jatuh ke sungai.
“Baru pertama kalinya longsor di gunung tersebut. Sebelumnya akhir tahun 2022 juga longsor, namun di area permukiman Dusun Menara. Longsor kali ini, di ketinggian 15 meter dari permukaan tanah atau dataran rendah,” ungkap Kades Gunungteguh Abdul Haris.
Dengan demikian, dari catatan Gresiksatu.com, banjir di Pulau Bawean sudah tiga kali terjadi dengan jarak yang berdekatan. Banjir di akhir tahun 2022, lalu awal tahun 2023, dan sekarang bulan Februari 2023. (faiz/aam)