Sabtu, 20/08/2022 | 12:52 WIB
Gresik Satu
Berita Gres

Banjir di Desa Petung Panceng Mulai Surut

Gresiksatu.com
Banjir sudah mulai surut di Desa Petung, Kecamatan Panceng, Gresik (Foto : Faiz /Gresiksatu.com)
 Advertisement

GresikSatu | Banjir akibat hujan deras di wilayah Desa Petung, Kecamatan Panceng, Gresik, berangsur surut. Air yang semula setinggi dada orang dewasa, kini mulai surut se mata kaki. Namun sejumlah rumah warga yang dekat dengan persawahan terpantau masih terendam air.

Sekdes Petung Zainal Arifin mengatakan, terhitung dua kali kejadian banjir besar di desa tersebut setelah tahun 1989. Biasanya, kata Zainal, memang terjadi banjir saat hujan deras dan kiriman air dari dataran tinggi. Namun banjir tidak sampai masuk rumah dan hanya di Jalan Poros Desa Petung-Sukorejo dan lahan pertanian.

“Baru kemarin Rabu (6/7/2022) sampai masuk ke rumah pemukiman warga Desa Petung yang berada di dataran rendah. Dulu tahun 1989 juga pernah banjir seperti ini,” ungkapnya, Kamis (7/7/2022). 

Menurutnya, banjir disebabkan banyak faktor tidak hanya insentitas hujan yang tinggi. Termasuk kiriman air dari dataran tinggi sebelah utara Desa Petung. Juga banyak penebangan pohon di hutan yang berada di wilayah dataran tinggi.

Saat terjadi banjir diketahui pada Selasa malam (5/7/2022), hujan terjadi dua kali. Ketika malam pukul 20.00 WIB dan 22.00 WIB. 

“Hujan turun terus menerus, besoknya Rabu (6/7/2022) terjadi banjir. Ada 4 RT yang terdampak. RT 1, 9, 10, dan 11 serta lahan pertanian sekitar 10 Hektar,” bebernya. 

Dikatakan, air kiriman dari Waduk Wotan meluap juga mengalir ke Desa Petung. Karena dari Desa ini air mengalir ke Bengawan Solo. Terparah debit air ukuran dada orang dewasa atau sekitar 120 cm. Beruntung warga sudah bisa mengantisipasi dan tidak sampai ada barang berharga yang dikeluarkan. 

“Saat banjir mulai datang, warga sudah melakukan antisipasi. Termasuk memindahkan banyak hewan ternak. Mulai dari sapi dan kambing,” imbuhnya. 

Kendati sudah mulai surut, kedepan pihak Desa sudah punya solusi penanggulangan antisipasi kejadian banjir di Desa Petung. Diantaranya, pengerukan Waduk Petung, dan dibuatkan tanggul. 

Camat Panceng Ahmad Nasikh juga menyampaikan hal yang sama. Banjir yang terjadi akibat insntitas hujan yang tinggi. Khusus di Desa Petung dipengaruhi air kiriman dari dataran tinggi. 

“Saat ini sudah mulai surut, tinggal beberapa rumah saja yang masih tergenang,” ucapnya. 

Dijelaskan, debit air kini sudah mengalami penurunan sekitar 20 – 30 cm. Rinciannya, di RT 1 sudah mulai surut, RT 09 Jalan Lingkungan tergenang 20 – 40 cm, sepanjang 350 M, 25 Rumah, RT 10, Jalan Lingkungan tergenang 20 – 40 cm, sepanjang 200 M, dan 30 Rumah RT 11 Jalan Lingkungan tergenang 10 – 20 cm, sepanjang 100 M, Rumah sudah surut. JPD Petung – Sukorejo Tergenang 20 – 40 cm, sepanjang 500 M, Sawah tergenang 30 Ha dan Tambak tergenang 0,2 Ha

“Bersama petugas BPBD kami selalu berkoordinasi dan monitoring Irigasi pembuangan air menuju bengawan solo, agar tidak terjadi banjir lagi,” tambahnya memungkasi. (faiz/aam)

Ralat : Sekedar informasi, pemberitaan banjir di Desa Wotan Panceng, pada Rabu (6/7/2022) kemarin, merupakan kesalahan penulisan. Data yang benar, banjir tidak terjadi di Desa Wotan. Melainkan di Desa Petung.