Jumat, 27/05/2022 | 22:45 WIB
Gresik Satu

Banjir di Gresik Selatan Langsung Ditinjau Bupati Yani

Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani saat meninjau banjir di Kecamatan Benjeng / foto : sah

GresikSatu | Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani langsung melakukan inpeksi mendadak terkait kondisi banjir di daerah Gresik Selatan. Banjir yang diakibatkan luapan Kali Lamong itu berdampak puluhan rumah dan delapan desa di dua kecamatan terendam.

Bupati yang didampingi Camat dan jajaran Pemkab Gresik, mengunjungi beberapa lokasi fasum yang terdampak banjir. Mulai dari kantor Kecamatan Benjeng, Puskesmas Benjeng hingga dapur umum di Desa Munggugianti. 

Kondisi banjir luapan Kali Lamong, kata Gus Yani menjadi langganan rutin. Perlu ada solusi seperti di wilayah Morowudi, Kecamatan Cerme dengan normalisasi. 

“Normalisasi memberikan dampak sangat penting ketika curah hujan sangat tinggi,” kata Gus Yani, Jumat (11/2/2022).

Di wilayah Kecamatan Benjeng baru sedikit normalisasi. Langkah pertama untuk mengurangi dampak banjir melanjutkan box culvert saluran air dari kantor PLN, Koramil, Kecamatan, pasar sampai  Puskesmas Benjeng.

Baca Juga : Banjir yang Melanda Gresik Selatan Bertamah, Menjadi Delapan Desa

“Tidak usah menunggu musyawarah kembali, karena musyawarah sudah sering. Kita butuh langsung penanganan sebuah aksi,” jelasnya.

“Kelanjutan box culvert, normaliaasi saluran air itu perlu kita laksanakan,” tambahnya.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik. Mayoritas banjir di Kecamatan Balongpanggang berangsur surut. Beralih ke wilayah Benjeng. 

Jalur terendam banjir di wilayah Benjeng masuk wilayah Munggugianti mulai surut. Jalur tersebut juga jalur alternatif menuju Lamongan dan Mojokerto terendam banjir setinggi 30 cm.

Kendaraan roda dua maupun roda empat masih bisa melintas, namun harus mengurangi kecepatan. **