Senin, 03/10/2022 | 17:52 WIB
Gresik Satu
Berita Gres

Banjir di Driyorejo, Undang Komunitas hingga Polsek Ramai-ramai Bantu Makanan Warga Terdampak

Banjir di Driyorejo direspon cepat oleh Polsek Driyorejo untuk memberikan bantuan / foto : faiz

GresikSatu | Komunitas Info Seputar Driyorejo (Insed) langsung melakukan bantuan sosial kepada warga yang terdampak banjir kiriman hulu Kali Mas dan luapan Kali Brantas Driyorejo. Bantuan berupa nasi bungkus itu dibagikan di wilayah terparah banjir.

Ada sekitar 25 anggota  komunitas langsung menyisir rumah yang paling parah terdampak banjir di Dusun Driyorejo, Lopang, dan Karanglo Desa Driyorejo.

Ketua Komunitas Insed Irawan mengatakan, dirinya bersama para anggota komunitas memberikan bantuan untuk meringankan beban aktivitas warga yang terganggu akibat banjir.

“Berupa nasi bungkus yang dimasak teman-teman, ini tadi langsung habis, dan kita akan masak lagi untuk bantuan kepada warga,” ucapnya, Jumat (11/3/2022).

Hal yang sama juga dilakukan Polsek Driyorejo. Petugas Korps Bhayangkara itu langsung membagikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir.

Baca Juga : Kali Mas Meluap Empat Desa di Driyorejo Tergenang Air 

Kapolsek Driyorejo Kompol Zunaedi mengatakan, banjir akibat  hujan deras yang mengguyur semalam dan luapan sungai Brantas. Hingga masuk   ke rumah warga di Dusun Karanglo dan Dusun Driyorejo Desa / Kecamatan Driyorejoe.

“Ada sekitar 1.150  rumah  yang terendam banjir di Desa Driyorejo,” ucapnya.

Mantan Kasi Binmas Polres Gresik itu menyatakan,  warga yang terdampak genangan air di Desa Driyorejo tidak mengungsi karena diperkirakan air akan surut kurang lebih 5 sampai 6 jam.

“Kami membagikan bantuan makanan kepada warga terdampak banjir sejak pagi,” tambah Kompol Zunaedi.

Selain itu, data dari Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Gresik luapan Kali Brantas juga berdampak di Desa Krikilan.

Baca Juga : Puskesmas Alun-alun Bantah Adanya Praktik Vaksin Berbayar

Kepala BPBD Pemkab Gresik Tarso Sagito mengatakan, sejak tadi malam air sudah masuk ke pekarangan rumah warga dan pagi tadi, Jumat (11/3/2022) air sudah mulai surut.

“Ada sekitar 179 rumah tergenang 20 – 60 cm dan 1100 M jalan lingkungan tergenang 20 – 50 cm, serta Wilayah RT 07, 08, 14, 16, 17 Desa Krikilan masih tergenang banjir,” ungkapnya saat meninjau lokasi banjir.

Selain itu, ada banjir juga berdampak kepada warga Desa Cangkir dan  Bambe. “Perkembangan kami sampaikan nanti mas, ini masih di lokasi banjir,” imbuh Tarso. (faiz/sah)