Minggu, 03/07/2022 | 19:13 WIB
Gresik Satu
Berita Gres Viral

Banjir Rob di Mengare Dikaitkan dengan Reklamasi JIIPE, Begini Penjelasan Walhi Jatim

Banjir Rob Mengare Dikaitkan dengan Reklamasi JIIPE
Teks Foto : Banjir Rob terjang wilayah tambak Pulau Mengare Gresik (Gresiksatu.com)

GresikSatu | Banjir rob melanda sejumlah daerah di pesisir pantai Gresik, beberapa hari kemarin. Dampak paling terasa terlihat di Mengare Komplek yang terdiri dari Desa Watuagung, Kramat dan Tajung Widoro, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.

Di sana ratusan petani tambak jadi korban. Air laut tiba-tiba naik ke permukaan dan menenggelamkan area tambak. Diperkirakan dari kejadian itu, satu petani sampai merugi ratusan juta. Penyebabnya, ikan yang siap panen tiba-tiba lepas ke laut.

Tingginya banjir rob dituding para petani karena aktivias reklamasi yang dilakukan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE). Hal ini seperti disampaikan Mastain petani setempat. Dia menjelaskan, dampak reklamasi itu, air laut di wilayahnya mengalami pendangkalan. Hingga imbasnya air laut mudah masuk dan tambak pun jebol.

“Jika ada gelombang, yang semula ke arah wilayah JIIPE berbalik arah Tambak warga,” kata Mastain yang juga Kepala Desa Tajung Widoro,” katanya, Senin (13/6/2022) kemarin.

Terkait korelasi banjir rob dan rekalamasi JIIPE, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Timur turut memberikan komentar. Pasalnya, Banjir rob ini memang intensitasnya semakin sering karena faktor iklim. Tapi keberadaannya tidak tunggal, dapat dipengaruhi oleh faktor ruang dan faktor lain.

“Semisal ada pengerukan laut atau alih fungsi kawasan pesisir atau bisa juga reklamasi, sehingga aktivitas tesebut turut memperparah bencana, karena mempertinggi resiko,” kata Direktur Eksekutif Walhi Jatim Wahyu Eka Styawan, Selasa (14/6/2022).

Menurut Wahyu, reklamasi pada wilayah pesisir, tentu bukan tanpa resiko. Dalam beberapa penelitian memang menunjukkan ada kecenderungan peningkatan rata-rata permukaan air laut. Jadi dengan adanya reklamasi tentu turut meningkatkan resiko bencana seperti banjir rob.

“Persoalan yang dihadapi oleh warga memang harus diteliti lebih dalam. Karena yang dirasakan warga adalah pengalaman mereka selama hidup di sana. Jadi mereka paling tahu soal kondisi dan keadaan mereka,” jelasnya.

“Kalau rob lebih parah dari tahun sebelumnya, berarti ada kemungkinan besar, proyek reklamasi turut memperentah banjir rob yang menerjang kampung mereka,” tambahnya.

Dampak Reklamasi

Dampak paling buruk banjir rob akan semakin parah dan tinggi, karena perpaduan bencana iklim dan bencana karena perubahan ruang. Ancaman paling nyata, kata Wahyu, bencana ini bisa menenggelamkan wilayah.

“Paling burukk dampaknya adalah soal kampung mereka rawan tenggelam, karena reklamasi pada beberapa studi dan contoh kasus di Jakarta ternyata meningkatkan permukaan air laut. Nah wilayah pesisir yang lebih rendah akan terdampak dan perlahan mengalami abrasi,” katanya memungkasi. (faiz/aam)

Full Day School