Sabtu, 02/07/2022 | 13:08 WIB
Gresik Satu
Berita Gres Viral

Banjir Rob Terjang Lima Kecamatan di Gresik, Rendam Ratusan Rumah dan Tambak 

Gresiksatu.com
Teks foto : Kondisi banjir rob di Desa Banyuwangi, Rabu (15/6/2022).

GresikSatu | Banjir rob kembali melanda di Kabupaten Gresik. Setidaknya ada lima kecamatan yang terdampak banjir akibat air laut pasang. Dari lima kecamatan, ada 160 rumah dan 577 hektar tambak yang terendam.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, puncak banjir rob terjadi pada pukul 11.30 WIB, Sabtu (18/6/2022). Di Kecamatan Ujungpangkah, Desa Pangkah Kulon ada 150 rumah yang terendam banjir rob. Sedangkan di Desa / Kecamatan Tambak Pulau Bawean 10 rumah terendam air.

Kepala BPBD Gresik Tarso Sagito mengatakan, lima Kecamatan yang terdampak banjir rob diantaranya Kecamatan Manyar, Kebomas, Ujungpangkah, Bungah, dan Tambak Pulau Bawean. Selain rumah, banjir rob merendam sejumlah jalan lingkungan di lima kecamatan tersebut.

“Banjir rob juga merendam ratusan hektar tambak di Kecamatan Ujungpangkah dan tanggul jebol di Kecamatan Bungah,” ucap Tarso, Sabtu (18/6/2022).

Tarso merincikan, area tambak yang terendam banjir rob di Desa Pangkah Wetan seluas 227 hektar, dan di Desa Pangkah Kulon seluas 350 hektar tambak. Bahkan di Kecamatan Bungah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Desa Tanjung Widoro Mengare tergenang 10 Cm.

“Tanggul Tambak yang berbatasan langsung dengan laut dalam kondisi kritis, sebagian sudah jebol terdampak pasang air laut dan terkena ombak di Mengare,” jelas Tarso.

Beruntung ujar Tarso tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang hampir sepekan ini. Namun pihaknya terus monitoring banjir rob di wilayah Gresik. “Seperti biasanya banjir tidak sampai berlarut-larut. Hanya satu sampai 3 jam saja,” tambahnya memungkasi.

Sebelumnya, Dr Farikhah, menanggapi peristiwa banjir rob Gresik sebetulnya merupakan peristiwa alam. Yaitu naiknya muka air laut masuk ke daratan yang diakibatkan gaya pasang surut air laut.

“Beberapa pekan lalu terjadi rob dengan kekuatan hebat, sehingga menyapu wilayah di sepanjang garis Pantai Utara, seperti di Tuban, Ujungpangkah hingga Pulau Mengare,” kata Farikhah, Kamis (16/6/2022).

Ketua Program Studi Budidaya Perikanan Universitas Muhammadiyah Gresik itu menambahkan, banjir rob yang sekarang tampak lebih hebat dan merusak. Hal ini lantaran kurang adanya tanaman penahan banjir rob sehingga terjadi abrasi. “Beberapa titik yang saya lihat karena kurangnya tanaman penahan seperti mangrove,” jelasnya. (faiz/aam)

Full Day School