Sabtu, 02/07/2022 | 11:55 WIB
Gresik Satu
Pendidikan

Bantu Petani Manfaatkan Pupuk Organik, Mahasiswa Turnojoyo Ciptakan Dua Alat Komposter kepada Petani 

gresiksatu.com
Teks foto : Mahasiswa Trunojoyo saat membuat alat komposter kepada para petani di Desa Randupadangan, Kecamatan Menganti, Gresik (Istimewa)

GresikSatu | Dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat kuliah kerja nyata (KKN), mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura, menciptakan dua alat komposter kepada petani. Dua alat ini nantinya bisa dimanfaatkan petani untuk bereksperimen membuat pupuk organik dan cek status tanah.

Bertempat di Desa Randupadangan, Kecamatan Menganti, Gresik. Para mahasiswa melihat desa setempat merupakan salah satu desa penghasil pertanian. Kendati ada di daerah batas kota metropolitan Surabaya, mayoritas masyarakat desa setempat petani.

Ada banyak perkebunan yang digarap para petani. Mulai perkebunan cabai, bengkoang hingga mangga. Tentu para petani membutuhkan suplay pupuk untuk kesuburan tanah dan tanaman.

Hisnuddin Lubis selaku pembimbing KKN mengatakan, di Desa Randupadangan banyak petani mengunakan pupuk kimia untuk kadar hara tanaman di kebunnya. Sayangnya cara itu kurang efektif.

“Hal ini bisa mengakibatkan kandungan bahan organik tanah menjadi sangat rendah. Oleh karena itu, kami Mahasiswa Universitas Trunojo Madura mengadakan Program Kerja Pembuatan Dua Alat Komposter Sederhana,” ucapnya, Sabtu (18/6/2022).

Dua alat itu, ujar Hisnuddin bisa menghasilkan pupuk organik cair maupun padat, dan juga mampu mengidentifikasi tanah subur atau tidak. Selain itu, alat ini juga bermanfaat untuk mengurangi sampah yang ada di desa Randupadangan khususnya sampah organik.

Mengingat di Desa Randupadangan sendiri banyak lahan persawahan dan perkebunan yang memanfaatan sampah organik yang ada di sekitar Desa Randupadangan. “Seperti buah buahan yang busuk, kulit kulit buah buahan, sampah dapur rumah tangga dapat digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk kompos organik tersebut,” ujarnya.

Nah, dengan alat komposter ini tentunya bisa membantu petani jika nanti hendak memberikan pupuk organik ke tanah. Bisa melihat status tanah diberikan pupuk organik atau tidak.

“Karena jika tidak mengetahui maka dapat menimbulkan efek pada tanah yang diberikan pupuk, misalnya tanah yang sudah subur tetap diberikan porsi pupuk yang banyak hal ini akan dapat menggangu mikro organisme,” bebernya.

“Dalam tanah yang mengakibatkan tanah tidak gembur, tanah menjadi asam dan tanah akan rusak karena banyaknya pupuk yang diberikan ke tanah yang sudah subur,” paparnya.

Untuk itu, dengan alat ini masyarakat Desa Randupadangan yang mayoritas petani bisa melihat tanah di desa Randupadangan. Kedepan petani bisa mengecek terlebih dahulu sebelum pemberian pupuk organik hasil dari alat komposter sederhana yang telah dibuat sebelumnya. (faiz/aam)

Full Day School