Sabtu, 28/05/2022 | 05:54 WIB
Gresik Satu

Bermotif Sembilan Ekor Bandeng, Ini Filosofi Batik Damar NU yang Diluncurkan PCNU Gresik

Batik Damar NU saat diluncurkan bersamaan puncak acara Harlah NU ke 99 pada, Jum'at (18/2/2022) / foto : sah

GresikSatu | PCNU Kabupaten Gresik, resmi meluncurkan seragam baru yang diberinama Batik Damar NU. Peluncuran batik itu dikenalkan saat acara puncak peringatan harlah Nahdlatul Ulama yang ke 99 tahun, pada Jumat (18/2/2022) tadi malam di Mushola PCNU Gresik.

Ada banyak filosofi dari motif batik damar NU. Salah satunya mengandung kearifan lokal, seperti motif sembilan ekor bandeng, yang secara sosial dan kebudayaan menjadi komoditas masyarakat Gresik.

Baju batik damar NU sendiri didominasi dengan warna hijau terang, campuran warna kuning dan sedikit warna merah tua, membuat tampilan sangat menawan. Dalam guratan tersebut, ada motif  Tunas Bunga Siwalan sebagai simbol semangat anak muda.

Motif lain, yang tertera di batik damar kurung, adalah lampu hiasan khas Gresik yakni “Damar Kurung” dari buah karya seniman kenamaan Masmundari. Tiga guratan Damarkurung dalam batik tersebut menyimpan pesan Iman, Islam dan Ihsan, atau juga Amaliah, Fikrah dan Harakah.

Baca Juga : Kisah KH Syafi’i Tokoh Desa Pongangan yang Punya Kesaktian Ilmu Lipat Bumi

Motif terakhir dalam Batik Damar NU adalah gambar sembilan ekor bandeng. Bandeng sendiri merupakan komoditas masyarakat Gresik. Seperti tradisi Pasar Bandeng Gresik yang setiap kali digelar pada malam 29 Ramadan. Sedangkan jumlah yang 9 dinisbahkan dengan Walisongo.

Rois Syuriah PCNU Gresik, KH Mahfudz Ma’shum mengatakan, peringatan harlah  menysongsong satu abad usia NU, dapat dijadika sebagai titik balik untuk menghayati jasa serta perjuangan Ulama’ NU. Ia juga mengajak para pengurus NU untuk terus menguatkan pemahaman terkait Aswaja An-Nadhliyah.

“Kelompok yang besar yang tidak teratur, tidak tertib, dan kurang disiplin akan mudah dikalahkan oleh sekelompok kecil yang solid,” tutur Kiai Fudz.

Sementara itu, Ketua PCNU Gresik, KH Mulyadi, menjelaskan setelah peluncuran Batik Damar NU akan disosialisasikan kepada MWC NU beserta Banom-banom NU se Kabupaten Gresik.

Baca Juga : Giri Kedaton, Pesantren yang Menjelma Menjadi Kerajaan

“Kami ucapkan terima kasih kepada angkatan kawula muda NU atas ide kreatif Batik Damar NU. Insya Allah, besok tanggal 27 (Februari 2022), baju ini akan kita pakai bersama-sama (Pelantikan PCNU Gresik),” kata KH Mulyadi.

Lebih lanjut, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ihsan Menganti ini juga menyinggung petunjuk dari Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Tsaquf, kaitannya dalam menyongsong bonus demografi.

“Kami berharap kawula muda yang berada di Lembaga mampu menjadi barisan terdepan dalam memajukan kiprah NU di Kabupaten Gresik,” jelasnya. **