Minggu, 25/09/2022 | 18:38 WIB
Gresik Satu
Berita Gres Hukrim

Bikin Nyesek, Pria Gantung Diri di Menganti Gresik Tinggalkan Surat Wasiat

Gresiksatu.com
Surat wasiat korban gantung diri di Menganti. (Foto : Polsek Menganti for Gresiksatu.com)

GresikSatu | Pria yang ditemukan tewas bunuh diri di Desa Kepatihan Kecamatan Menganti Gresik, belakangan terungkap motifnya. Pasalnya, korban yang diketahui berbama Jainul Bahri Harahap (36) itu nekat gantung diri di bawah pohon karena tak kuat menanggung malu.

Belum jelas, apa yang dimasksud korban terkait menanggung malu. Namun sesuai petunjuk surat yang telah ditulis sebelum dirinya meninggal. Ia meminta maaf kepada keluarganya karena membuat malu.

Ia juga berpesan agar orang yang pertamakali menemukan dirinya tewas, supaya menghubungi nomer keluarga korban yang tertera. Diketahui, korban pertama kali ditemukan di area Pergudangan Gading Mutiara Dusun Ngasinan, Desa Kepatihan Kecamatan Menganti, Gresik, pada Kamis (8/9/2022) tadi malam.

Adapun isi suratnya berisi “Kepada Semua saudara dan kerabat, saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Apapun sebelumnya masalah yang bersangkutan dengan saya, bisa menghubungi orang tua saya, Hp 08225870xxxx. Note : Saya harus pamit dari dunia ini, karean tidak kuat menanggung malu dengan saudara dan teman-teman, dan inilah jalan terakhirku” tulis surat wasiat disertai tanda tangan korban. 

Kapolsek Menganti AKP Inggit Prasetiyanto mengatakan, peristiwa bunuh diri dengan menggantungkan di pohon itu, sekira pukul 18.00 WIB, Kamis (8/9/2022). Mulanya, korban dengan mengenakan kemeja batik warna biru dan bercelana jeans ditemukan saksi penjual pentol bernama Leo Handika.

Korban sudah dalam posisi menggantung di pohon, leher korban sudah dililit tali tas yang digantung di pohon. Saksi lalu melaporkan ke satpam area ruko pergudangan tersebut, bahwa ada orang bunuh diri gantung di pohon. 

“Di lokasi kejadian juga ditemukan mobil korban Daihatsu Ayla warna putih nopok B 2438 FKG. Didalam mobil itu ditemukan surat wasiat korban,” ungkap Inggit, Junat (9/9/2022). 

Korban, lanjut dia berdomisili di mess perusahaan tempat dirinya bekerja di Citraland Blok NV 15/10 Kecamatan Pakal, Surabaya. “Korban bekerja sebagai marketing di perusahaan tersebut,” imbuh mantan Kapolsek Gresik Kota. 

Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro menambahkan, korban melakukan gantung diri karena faktor utang. “Utang banyak tidak kuat membayar, tapi ini masih perlu pendalaman,” tambahnya memungkasi. (faiz/aam)