Minggu, 25/09/2022 | 18:50 WIB
Gresik Satu
Berita Gres Politik

Bisa Picu Kinerja Pemdes, F-PD Gresik Mendorong Direalisasikan Pengadaan Motor Desa

suberi fraksi demokrat gresik
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Gresik Suberi. / (Dok/GresikSatu.com)

GresikSatu – Polemik tentang pengadaan kendaraan operasional Desa, Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Gresik menyikapi rencana pengadaan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan Desa sebagai kendaraan dinas.

Ketua Fraksi Demokrat (F-PD) DPRD Gresik Suberi mengatakan bahwa pada prinsipnya Fraksi Demokrat melihat rencana mobil dan motor dinas untuk desa itu sesuai dengan kebutuhan Desa saat ini. Selain untuk pembaharuan sarana, juga bisa untuk sarana layanan publik.

“Pengadaan ini sangat sesuai dengan kebutuhan Desa. Diharapkan juga adanya pengadaan kendaraan ini dapat memicu peningkatan kinerja Pemerintahan Desa (Pemdes). Ini realistis dan wajar. Dalam arti masih dalam koridor efisiensi, tepat guna,” katanya, Senin (29/8/2022).

Senada dengan Suberi, Ifta Hidayati anggota Komisi I dari F-PD Gresik juga menyatakan bahwa dalam konteks ini mendorong sekaligus menegaskan agar apa yang sudah direncanakan terkait mobil atau motor dinas desa untuk segera ditetapkan dan direalisasikan.

“Tegasnya, mendorong rencana awal untuk mobil dinas itu segera ditetapkan dan direalisasikan. yakni mengadakan mobil dinas untuk desa berprestasi. Adapun untuk usulan lebih lanjut terkait motor dinas tentu saya mengikuti sikap fraksi. Dalam hal ini sikap Fraksi senada dengan apa yang dinyatakan Ketua DPC di beberapa media waktu lalu,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPC Partai Demokrat Gresik Supriyanto mengatakan bahwa dalam konteks penyelenggaraan anggaran, pada prinsipnya Partai Demokrat melalui Fraksi Partai Demokrat DPRD Gresik sangat mengedepankan aspek efisiensi dan ketepatgunaan dengan memperhatikan aspek kekinian masyarakat.

“Kami melihat rencana pengadaan mobil operasional atau motor operasional untuk desa-desa dan kelurahan di Kabupaten Gresik cukup realistis. Yang penting memenuhi prinsip efisiensi dan ketepatgunaan,” ujar Supriyanto.*