Jumat, 27/05/2022 | 22:56 WIB
Gresik Satu

BPN Bakal Pasang Patok Batas 150 Ribu Bidang Tanah, Antisipasi Saling Serobot

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat penyerahan sertifikat tanah dalam rangka Program Strategis Nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Tahun 2021, Jumat (24/12/2021)./ Foto: tbk
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat penyerahan sertifikat tanah dalam rangka Program Strategis Nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Tahun 2021, Jumat (24/12/2021)./ Foto: tbk

GresikSatu | Badan Pertanahan Nasional akan memasang 700.000 patok batas untuk 150.000 bidang tanah di Kabupaten Gresik. Tujuannya, meminimalisasi saling serobot alias klaim tanah yang bukan pemiliknya.

Pemasangan patok pembatas itu dilakukan di 120 desa. Tersebar di sepuluh dari 18 kecamatan se-Kabupaten Gresik. Pemasangan patok juga upaya mengimplementasikan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2018 tentang Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di seluruh wilayah Republik Indonesia.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pihaknya mengaporesiasi penuh kegiatan pemasangan patok batas tanah yang dilakukan BPN. Apalagi, Kabupaten Gresik dicanangkan menjadi kabupaten lengkap pada 2022.

“Karena itu dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah,” katanya, Sabtu (12/3/2022).

Baca Juga : Lawan Mafia Tanah, Pemkab Gresik Optimis PTSL Bisa Tercapai

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur, Jonahar mengatakan jika Gresik menjadi kabupaten lengkap. Tujuannya, dapat meminimalisir kejahatan pertanahan para mafia tanah dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Manfaat apabila kabupaten lengkap, pertama menaikkan taraf hidup masyarakat, para pelaku usaha makin tertarik karena sengketa tanah tidak ada. Dengan kabupaten lengkap juga mafia tanah akan mati dengan sendirinya. Maka itu Gresik bisa jadi percontohan nasional,” tukasnya kepada wartawan.

Dijelaskan, untuk mencapai Gresik menjadi kabupaten lengkap, akan dilaksanakan pemasangan tanda batas di seluruh Gresik. Ada beberapa strategi yang dilakukan dalam rangka mewujudkan program itu. Yaitu, sebanyak 175.000 bidang tanah bersertifikat dapat selesai tahun 2022. **