Senin, 03/10/2022 | 18:11 WIB
Gresik Satu
Sastra

Cak Arsad, Maskot PWI Gresik 2022

Maskot identik dengan orang, binatang, atau benda yang termanifestasi sebagai lambang bagi suatu kelompok. Maskot juga menjadi lambang yang membawa keberuntungan atau keselamatan. Biasanya maskot diletakkan pada “merchandise”, cinderamata, atau promosi untuk sebuah kegiatan tertentu.

Awal tahun 2022, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik mengunggah poster Lomba Desain Maskot PWI Gresik di akun instagram @pwigresik. Lomba tersebut digelar untuk memperingati Hari Pers Nasional 2022. Syarat dan ketentuan mengikuti lomba tersebut cukup mudah, salah satunya adalah mengunggah karya peserta di akun instagram pribadi dengan menyebut akun instagram @pwigresik.

Kita menikmati karya-karya peserta yang beraneka konsep dan gagasan. Kental budaya Gresik yang dipadu dengan beberapa mitos kewartawanan, misal: memakai rompi, menggenggam mikrofon hingga membawa pena. Selain karakter hewan, beberapa peserta mencoba berkreativitas pada produk budaya Gresik sebagai maskot.

PWI Gresik lewat akun instagram @pwigresik memutuskan Maskot Cak Arsad karya Wisnu Eri W sebagai juara Lomba Desain Maskot PWI Gresik. Tulisan ini sekadar ingin mengapresiasi Maskot Cak Arsad dengan analisis tentang desain, konsep, dan gagasan yang telah diunggah Wisnu Eri W di akun pribadinya (@wishnu.bizz) sejak 31 Januari 2022.

Maskot Cak Arsad
Sumber: Akun instagram @wishnu.bizz (akses 28 Februari 2022)

Rusa Bawean

Wisnu Eri W memilih rusa bawean sebagai Maskot Cak Arsad.Wisnu Eri W mengaku pilihan rusa bawean karena hanya terdapat di Gresik (Pulau Bawean). Rusa bawean sebagai Maskot Cak Arsad seolah pengingat kita agar semakin peduli terhadap keberlangsungan hidup satwa ini di Pulau Bawean.

Soal rusa bawean, kita bisa merujuk tulisan Ali Mufrodi di buku “Grissee Tempo Doeloe” (2004): “Rusa? Tepat di tengah Pulau Bawean terdapat gunung yang tingginya 656 meter dengan danau kecil bernama Telaga Kastoba—luas 24 hektare, dan kedalaman hingga 139 meter. Di hutan kaki gunung tersebut hiduplah hewan yang sudah langka. Jenis hewan dengan nama latin “Axis Kuhlii” ini, kini menjadi salah satu jenis rusa satu-satunya yang tinggal di dunia…”

#1
Gambar: Aji (2022)

Menurut Wisnu Eri W, sifat rusa bawean sesuai dengan profesi wartawan. Kesesuaian ini terlihat pada sifat kehati-hatian, kesigapan, dan kewaspadaan. Kita jadi memahami bagaimana Wisnu Eri W menerangkan sifat-sifat tersebut harus diterapkan oleh wartawan dalam setiap kerjanya agar tetap mematuhi kode etik jurnalistik.

Gaya Maskot Cak Arsad yang dirancang Wisnu Eri W ternyata memiliki makna tertentu. Kita bisa menangkap makna tertentu pada kemurahsenyuman Maskot Cak Arsad yang menandakan ramah, simpatik, kolektif, dan kekeluargaan. Sedangkan Maskot Cak Arsad dengan tangan kanan menggenggam dan mengangkat pena serta tangan kiri memberikan tanda jempol bisa kita anggap sebagai spirit pada profesi wartawan.

Pengumuman Lomba Desain Maskot PWI Gresik
Sumber: Akun instagram @pwigresik (akses 28 Februari 2022)

Perihal nama, ada pengambilan huruf pada penulisan nama “Arsad” yang dilakukan Wisnu Eri W terhadap penamaan Maskot Cak Arsad. Pengambilan huruf itu terbaca pada kata “Arsad” yang berarti: Jurn(A)lis G(R)esik Progre(S)if Man(D)iri. Selain itu, Wisnu Eri W mengaku mengambil kata Arsad dari lema bahasa Sansekerta, yang berarti: saleh, alim, beriman (bentuk lain dari kata Arshad).

Maskot Cak Arsad menggunakan busana khas Gresik. Soal busana ini, kita bisa menengok di buku “Kota Gresik Sebuah Perspektif Sejarah dan Harijadi” (1991): baju taqwa dengan kerah berdiri (model jas tutup); sarung plekat kotak-kotak dan mengenakan celana sampai lutut; alas kaki model gamparan (musim hujan), terompah (usia di atas 40 tahun); sandal (usia di bawah 40 tahun), dan selop (status tertentu); serta tutup kepala berupa udheng atau kopiah.

Kita mengamati Wisnu Eri W menggambarkan sepatu untuk alas kaki Maskot Cak Arsad. Wisnu Eri W menerangkan sepatu, juga rompi atau tas berisi kamera, adalah pernak-pernik khas wartawan. Meski begitu, sepatu yang digunakan Maskot Cak Arsad dalam busana khas Gresik mengasosiasikan bahwa profesi wartawan selalu hadir dalam setiap kondisi dan tanpa mengenal batasan usia. Pada kopiah di kepada Maskot Cak Arsad, disematkan logo PWI sebagai identitas.

Konsep desain Maskot Cak Arsad
Sumber: Akun instagram @wishnu.bizz (akses 28 Februari 2022)

Maskot Cak Arsad memiliki warna coklat dengan kombinasi warna krem. Kalau kita mengamati, warna krem pada Maskot Cak Arsad lebih condong mengarah ke warna coklat sehingga membentuk gradasi. Wisnu Eri W mengungkap warna coklat menunjuk rusa bawean dan warna krem menunjuk busana. Wisnu Eri W juga menerangkan secara psikologi bahwa coklat memiliki filosofi membumi (warna tanah), netral, stabil, damai, handal, akrab, aman, dan hangat.

Filosofi lain dari warna coklat juga bisa kita rujuk pada tulisan Sadjiman Ebdi Sanyoto di buku “Nirmana” (2009): “Warna coklat berasosiasi dengan tanah, warna tanah, atau warna natural. Karakter warna coklat adalah kedekatan hati, sopan, arif, bijaksana, hemat, hormat, tetapi sedikit terasa kurang bersih atau tidak cemerlang karena warna ini berasal dari percampuran beberapa warna seperti halnya warna tersier. Warna coklat melambangkan kesopanan, kearifan, kebijaksanaan, dan kehormatan.”**

Catatan: Kolom Sastra GresikSatu diasuh oleh penyair dan penikmat seni rupa Aji Saiful Ramadhan yang tinggal di Gresik.

Daftar Bacaan

Dukut Iman Widodo dkk (2004), “Grissee Tempo Doeloe”, Gresik: Pemerintah Kabupaten Gresik

Sudjiman Ebdi Sanyoto (2009), “Nirmana”, Yogyakarta: Jalasutra

Tim Penyusun Buku Sejarah Harijadi Kota Gresik (1991), “Kota Gresik Sebuah Perspektif Sejarah dan Harijadi”, Gresik: Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik

https://kbbi.web.id/maskot (akses 1 Maret 2022)