Sabtu, 20/08/2022 | 11:56 WIB
Gresik Satu
Hukrim

Cegah PMK, Petugas Gabungan dan Dinas Pertanian Gresik Razia Truk Pengangkut Hewan Ternak

petugas gabungan razia pmk
Petugas Gabungan dari Polsek, Koramil 0817/01 Driyorejo serta Petugas dari Dinas Pertanian UPT Driyorejo untuk melakukan penyekatan mobilitas pengiriman hewan ternak dari luar kota Gresik. /(Foto: Koramil 0817/01 Driyorejo)
 Advertisement

GresikSatu I Sejumlah kendaraan jenis truk yang dicurigai mengangkut hewan ternak untuk kurban Idul Adha 1443 H dihentikan petugas gabungan ketika melintasi Pos Pam Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang bertempat di Simpang Empat Kecamatan Driyorejo dan Legundi, Rabu (6/7/2022).

Tujuan Petugas Gabungan dari Polsek, Koramil 0817/01 Driyorejo serta Petugas dari Dinas Pertanian UPT Driyorejo untuk melakukan penyekatan mobilitas pengiriman hewan ternak dari luar kota.

Diketahui, Simpang Empat Driyorejo dan Legundi merupakan akses padat kendaraan melintas dari berbagai tempat diantaranya dari jalur Krian Sidoarjo dan jalur menuju dan arah ke Gresik Kota maupun dari luar kota lainnya untuk melakukan pengiriman barang ataupun hewan dengan kendaraan truk.

Serda Sugeng Babinsa Koramil 0817/01 Driyorejo mengatakan kegiatan penyekatan dengan tujuan untuk memastikan tidak adanya kendaraan jenis truk yang akan masuk maupun keluar Gresik dengan membawa hewan ternak, dikarenakan kondisi Gresik masih tergolong zona merah penyakit PMK.

“Sejauh ini beberapa truk yang diberhentikan petugas dan dilakukan pengecekan tidak ada yang megirimkan hewan ternak misalnya, sapi, kambing maupun kerbau, jadi truk tersebut kami persilahkan untuk melanjutkan jalan, tetapi kalau sampai ada yang mengangkut hewan ternak, akan kami pastikan kondisi kesehatan hewan ternak tersebut, dan sopir harus bisa menunjukkan surat kesehatan hewan yang dibawa minimal dari dokter hewan,”tuturnya.

Sugeng melanjutkan upaya ini kami lakukan agar tidak ada hewan ternak yang tepapar PMK masuk ke Kabupaten Gresik, karena kasus hewan terpapar PMK di Gresik cukup tinggi dan tembus diangka 4.000 ekor.

“Mayoritas semuanya adalah sapi, jadi kami ingin menekan penyebaran PMK agar tidak semakin larut dan peternak di Gresik dapat menjual hasil ternaknya dalam kondisi sehat dan tidak terpapar,’ ungkapnya. (Tov)