Jumat, 27/05/2022 | 23:12 WIB
Gresik Satu

Cerita Bocah Jenius Berusia 14 Tahun Asal Gresik, yang Diterima Masuk Kuliah di UNAIR

Teks foto : Siswa usia 14 tahun Ratu Sakinatul Aqilah yang lolos masuk kuliah Unair (Ratu for gresiksatu.com)

GresikSatu | Umumnya pendidikan formal bisa ditempuh siswa selama 12 tahun. Namun tidak pada anak jenius asal Kabupaten Gresik ini. Diusia yang menginjak 14 tahun, Ratu Sakinatul Aqilah justru sudah masuk ke jenjang perguruan tinggi. Tepatnya di Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya.

Praktis, jika dirinya bisa menyelesaikan waktu kuliah selama empat tahun, Ratu Sakinatul Aqilah akan lulus pada usia 17 tahun atau 18 tahun. Di usia tersebut rata-rata teman sepantaranya baru saja masuk kuliah.

Kabar itu pun menghebohkan, bahkan dirinya yang masuk melalui seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2022 ini, menjadi satu-satunya mahasiswa paling muda. Hal ini tentu tidak luput dari jerih payah Ratu Sakinatul Aqilah yang tidak pernah lelah selama belajar.

Baca Juga : Menginpirasi, Penyandang Disabilitas ini, Raih Gelar Sarjana dengan Nilai Memuaskan

Ratu panggilan akrabnya, sejak di bangku sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) sudah mengikuti sekolah akselerasi. Dua jenjang itu ditempuh hanya dalam empat tahun saja. Tak mengeherankan, jika dirinya lulus lebih muda dari usia se angkatannya.

“Selama SD saya enam Tahun, mulai SMP ikut akselerasi 2 tahun, SMA 2 tahun. Semua atas kemauan sendiri dan didukung orang tua,” ucap warga Kebomas, Gresik itu kepada gresiksatu.com, Rabu (6/4/2022). 

Ratu sendiri menyelesaikan pendidikan dasar di SD Muhammdiyah Manyar, lalu di SMP Amantul Ummah Surabaya, dan SMA NU Gresik. Diakui Ratu, mengikuti program akselerasi sangat menguras banyak tenaga.

Ditambah, ia harus menyelesaikan semua pelajaran dalam waktu singkat. Kendati demikian, putri dari pasangan Mohammad Maftukhin dan Dini Ardiyanti itu, tak pernah lelah dalam menyelesaikan tugas sekolah.

“Perbedaanya, jika reguler pelajaran 1 bab itu bisa sampai satu minggu, tapi di kelas akselerasi, 1 bab ditempuh sehari hingga dua hari saja,” paparnya.

Baca Juga : Kolam Masjid Tertua di Jawa Diyakini Bisa Sembuhkan Berbagai Penyakit

Keluarga Ratu sendiri sebenarnya bukan dari kalangan pendidik. Sang ayah merupakan petani tambak dan ibunya seperti ibu pada umumnya, setiap hari mengurus anak dan rumah tangga. Namun tekad kuat yang ditanamkan dalam jiawanya membuat dirinya terpacu, dalam berprestasi di dunia pendidikan.

Hal itu dibuktikan, jika Ratu selalu mendapatkan rangking teratas dalam setiap mata pelajarannya. Bahkan anak kedua dari dua bersaudara itu, sudah hafal 15 juz Al-Qur’an. Belasan juz itu dimulai menghafal sejak Ratu duduk di bangku sekolah dasar (SD).

“Terpenting, dalam menjalankan semuanya adalah ketekunan. dan selalu ingat tujuan ikut akselerasi. Kalau capek atau males. Bisa dihilangkan dengan mengingat tujuan,” terangnya.

Baca Juga : Pengendara Ugal-ugalan di Kedanyang Ternyata Bukan Anggota Interpol, Ngebut Karena Mau Ambil Penumpang

Ditanya terkait cita-cita setelah lulus dari Kampus Unair, dara asal Kebomas Gresik itu mengaku, ingin jadi polwan. Setelah lulus S1, Ratu bakal melanjutkan mendaftar di sekolah Akdemi Kepolisian (Akpol). Sifat tegas sebagai penegah hukum lah yang membuat dirinya sangat terinsipirasi, ingin jadi polwan.

“Jadi polisi atau kerja di imigrasi itu merupakan cita-cita saya,” pungkasnya. (faiz/sah)