Dari Cinta Menjadi Rumah Baca Nusantara, Kisah Inspiratif Pasangan Suami Istri Pejuang Literasi di Gresik

GresikSatu | Di sudut kecil Perumahan Alam Singgasana, Desa Betiting, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, berdiri sebuah tempat yang penuh dengan cerita.

Rumah sederhana itu, yang semula hanya tempat tinggal biasa, kini menjelma menjadi Rumah Baca Nusantara.

Ribuan buku tertata rapi di sana, menjadi saksi bisu perjuangan cinta Ahmad Irham Fauzi dan Wenda Febrianti, pasangan suami istri yang mendedikasikan hidup mereka untuk mendukung literasi.

Kisah mereka bermula dari pertemuan di bangku kuliah, di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Fauzi, seorang mahasiswa pecinta buku dari angkatan 2001, bertemu dengan Wenda, mahasiswi Statistika angkatan 2004.

Meski berbeda angkatan, keduanya terhubung oleh visi yang sama tentang pentingnya pendidikan. Namun, ada satu momen yang membuat Wenda sempat ragu dengan hubungan mereka.

suami istri pejuang literasi di gresik, ahmad irham fauzi dan wenda febrianti (fotoistgresiksatu.com)
Suami Istri Pejuang Literasi di Gresik, Ahmad Irham Fauzi dan Wenda Febrianti (FotoistGresiksatu.com)

“Suami saya pernah bilang, kalau kita berjodoh, anak-anak kita nggak perlu sekolah formal,” kenang Wenda, Minggu (29/12/2024).

Awalnya, ide itu membuatnya bimbang. Wenda, yang bercita-cita memiliki karier gemilang, merasa sulit menerima gagasan homeschooling. Namun, cinta dan keyakinan pada visi bersama akhirnya membawa mereka menikah pada 2010.

Baca juga:  Kekurangan Murid, SD At-Thohiriyah Resmi Diakuisisi Yayasan Perguruan NU Trate Gresik

Ketika putri pertama mereka, Srikandi Nusantara Fauzi, lahir pada 2011, pasangan ini memutuskan untuk menjalankan homeschooling. Pilihan ini membawa mereka pada tantangan baru: bagaimana menciptakan ruang sosialisasi bagi anak mereka?

Jawabannya datang pada 1 Juni 2014, saat Fauzi dan Wenda mendirikan Rumah Baca Nusantara, atau yang akrab disebut Rumba Nusantara.

Bermodalkan koleksi awal 75 buku yang dibeli dengan tabungan selama satu tahun, Rumba Nusantara menjadi tempat belajar sekaligus arena bermain anak-anak di sekitar. Namun, upaya mereka tidak berhenti di sana.

Dari 75 Buku ke Ribuan Koleksi

Melalui media sosial, Wenda dan Fauzi membagikan kisah mereka. Responnya luar biasa. Donasi mulai berdatangan, baik dari individu maupun institusi.

Pada September lalu, Perpustakaan Nasional menyumbangkan 1.000 buku cerita anak lengkap dengan raknya. Kini, ribuan buku menghiasi Rumba Nusantara, menjadi sumber ilmu dan inspirasi bagi banyak anak.

Baca juga:  DPRD Gresik Usulkan Enam Ranperda Inisiatif

Namun, perjuangan ini bukan tanpa hambatan. Dulu, banyak anak yang datang hanya untuk membaca. Sekarang, minat baca menurun.

“Kami harus membuat acara dulu supaya mereka tertarik datang,” ujar Wenda.

Meski begitu, pasangan ini tidak menyerah. Mereka terus mencari cara untuk menghidupkan kembali semangat membaca, terutama di kalangan generasi muda.

Rumah Harapan untuk Masa Depan

Bagi Fauzi dan Wenda, literasi bukan sekadar kemampuan membaca, melainkan jembatan menuju masa depan yang lebih baik.

“Kami ingin semua orang bisa menikmati manfaat literasi di kemudian hari,” kata Wenda dengan penuh keyakinan.

Melalui Rumba Nusantara, mereka berharap dapat membuka pintu bagi mimpi besar anak-anak di Gresik. Sebab rumah mereka bukan lagi sekadar tempat tinggal, tetapi rumah bagi mimpi dan harapan. Rumah untuk Gresik yang lebih literat.

Reporter:
Chofifah Qurotun Nida
Editor:
Aam Alamsyah
Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler