22.4 C
Indonesia
Sen, 5 Desember 2022
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

22.4 C
Indonesia
Senin, 5 Desember 2022 | 18:49:08 WIB

Derita Ibu Rumah Tangga di Gresik, Banting Tulang Hidupi Tiga Anak Tanpa Bantuan Pemerintah

ADVERTISEMENT

SCROLL UNTUK LANJUTKAN MEMBACA

GresikSatu | Kehidupan Laily Nishfiyyah seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Pekauman, kecamatan/kabupaten Gresik terbilang tak mudah. Bagaimana tidak, peremupuan berusia 41 tahun itu, harus berjuang menghidupi tiga anaknya seorang diri.

Sepeninggal suaminya yang entah pergi kemana, Laily bekerja sebagai pembuat jajanan ringan. Mirisnya, kehidupan dirinya dan anak-anaknya yang terbilang sulit dan sengsara ini, tanpa mendapatkan bantuan pemerintah. Wajar saja, anak ketinganya sempat mengalami stunting atau kekurangan gizi.

Ditemui di kediamannya, Laily bercerita panjang lebar. Termasuk kondisi anak bungsunya yang mestinya sudah memasuki usia sekolah PAUD, namun tak bisa sekolah karena tak ada biaya. Kendati demikian ia tetap berjuang supaya ketiga anaknya bisa sekolah sampai ke perguruan tinggi.

“Harapannya begitu, bisa sampai kuliah semuanya. Kalau anak sulung saya sekarang baru kelas 5 SD, terus anak kedua masuk Kelas 1 SD. Anak terakhir ngak bisa sekolah karena tak ada biaya,” katanya, Kamis (6/10/2022).

Baca juga:  Tuntaskan Dua Raperda di Akhir Tahun 2022, DPRD Gresik Siapkan 15 Raperda Tahun Mendatang 

Si bungsu sendiri kini berusia 4 tahun. Tapi berat badannya tidak seperti anak pada umumnya. Ia mengalami kondisi stunting, dimana tingga badan anak dibawah rata-rata. Yakni berat badannya 13 kilogram dengan tinggi 91 cm. Padahal, selama 2 tahun, anaknya diberi ASI. Tapi selepas itu tidak pernah minum susu karena keterbatasan ekonomi.

Laily sendiri sebenarnya tak tinggal diam. Ia terus berjuang demi anak bungsunya bisa masuk sekolah. Hal ini ia tempuh dengan pengurusan Kartu Indonesia Pintar (KIP), sayangnya Laily gagal mengurus karena terjanggal administrasi. Data keluarga Laily belum masuk di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos.  

“Pernah saya mengurus ke kelurahan untuk bisa mendapatkan bantuan, tapi alasannya DTKS pendataanya dari pemerintah pusat,” keluhanya.

Bantuan PKH dan BPNT Pun Tak Dapat

Sulitnya kephidupa Laily bersama tiga anaknya, mengundang keprihatinan dari anggota DPRD Gresik, Syahrul Munir. Anggota dewan termuda itu, sampai berkunjung di rumah Laily di Kelurahan Pekauman, kecamatan/kabupaten Gresik. Di sana, politikus PKB itu ingin membantu mendapatkan hak bantuan yang mestinya diperoleh.

Baca juga:  DPRD Gresik Dorong Perlindungan PMI Asal Gresik di Malaysia 

“Tidak hanya tak mendapatkan KIP, ibu Laily ini juga tak pernah merasakan bantuan dari program keluarga harapan (PKH), BPNT (bantuan pangan non tunai) maupun PKH Inklusif,” tuturnya.

Dia berjanji bakal membawa kasus ini ke forum dewan. Apalagi saat mengelar focus discuss group (FGD) bertema stunting, dirinyalah mendapat laporan dari salah satu peserta yang juga kader Posyandu di Kelurahan Pekauman adanya anak balita yang stunting dari keluarga miskin (gakin).

“Syahrul Munir yang memotret langsung kondisi rumahnya tidak layah huni, khususnya di bagian belakang rumah. Sehingga, sangat layak untuk bisa diajukan program bantuan bedah rumah juga.

“Sangat layak untuk bisa menerima bantuan bedah rumah. Nanti, kita akan kami usulkan untuk ibu rumah tangga dengan tiga anak,”jelasnya. (faiz/aam)

Komentar

Berita Terpopuler

Bukan di Bawean, Penampakan Buaya Viral Ternyata di Pelabuhan Perbatasan Gresik – Surabaya

GresikSatu | Penampakan buaya di perairan Bawean Gresik mengundang pertanyaan dari banyak pihak. Setelah diteliti, lokasi penampakan ternyata tidak di Pelabuhan Bawean. Melainkan di Pelabuhan...

Kolaborasi Ultras, dan Gresik United, Meriahkan HUT Gresiksatu.com ke 1 

GresikSatu | Momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Gresiksatu.com ke - 1, berkolaborasi bersama Ultras Gresik, dan Gresik United (GU), berlansung, Sabtu (3/13/2022) tadi...

Mangkir Lagi, Terduga Pelaku Sodomi Gresik Masih Bebas Berkeliaran

GresikSatu | Terduga pelaku sodomi di Kabupaten Gresik masih bebas berkeliaran. Unit PPA Satreskrim Polres Gresik bahkan telah melakukan panggilan ke tiga kalinya, namun...

Gelar Musywil Jatim di Gresik, Alumni Pesantren Tebuireng Bedah Pemikiran KH Hasyim Asyari di Bidang Pendidikan

Gresiksatu | Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) menggelar seminar pemikiran Hadratusy Syaikh KH Hasyim Asy'ari bidang pendidikan. Kegiatan itu sekaligus dalam rangkaian Musywil...

Dirgahayu Gresik Satu, Menuju Pers yang Bebas dan Sehat

Catatan dari Priyandono Di sela-sela kesibukan sebagai pengawas sekolah, kegiatan yang berkaitan dengan tulis menulis tetap saya lakukan. Ora ketang klungsu, melu udhu. Artinya, mencoba...

PC PMII Gresik Bedah Kiprah Kopri Membangun Peradaban Bangsa Diperhelatan Harlah Kopri ke-55

GresikSatu | PC PMII Gresik meriahkan momentum perayaan KOPRI Ke-55 dengan membedah materi kiprah KOPRI dalam membangun peradaban bangsa di Gedung PCNU Gresik, Sabtu...
Berita terbaru
Berita Terkait