Senin, 03/10/2022 | 15:37 WIB
Gresik Satu
Berita Gres Pemerintahan

Dewan Sesalkan Proyek Revitalisasi Wisata Haritage Bandar Grisse Tanpa Libatkan Arkeolog 

Gresiksatu.com
Para pekerja saat sedang memasang granit di proyek pembangunan revitalisasi wisata haritage Gresik Kota Lama di Jalan Basuki Rahmat, Gresik (Foto :Faiz /Gresiksatu.com)

GresikSatu | Penemuan Hidran di Kasawan proyek revitalisasi wisata haritage Bandar Grisse oleh tim arkeolog menimbulkan persoalan. Pasalnya proyek infrastruktur di tujuh ruas jalan kawasan wisata haritage itu sejak awal tidak melibatkan tim arkeolog.

Padahal, di pinggir ruas jalan di kawasan tersebut banyak benda dan bangunan bersejarah bernilai cagar budayanya. 

Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan, sebagaimana PP Nomor 1 tahun 2022 tentang register nasional dan pelestarian cagar budaya. Dalam pasal 120 ayat 3 (e) menyebutkan, revitalisasi kawasan cagar budaya melibatkan hasil kajian dari ahli pelestarian. Dalam hal ini tim arkeolog. 

“Dalam proyek revitalisasi wisata haritage Bandar Grisse itu termasuk kawasan. Kawasan itu didalamnya ada jalan, gapura, dan benda – benda sejarah lainnya. Untuk itu, seharusnya dinas Cipta Karya PKP Gresik melibatkan tim arkeolog untuk  pembangunan proyek ini, agar benda sejarah di kawasan tersebut terjaga dan dilestarikan,” ungkapnya, Rabu (14/9/2022). 

Menurut dia, pihaknya sudah mewanti-wanti untuk pengerjaan revitalisasi wisata haritage Bandar Grisse ini harus melibatkan tim arkeolog. Karena banyak bangunan sejarah di beberapa ruas jalan yang di bangun. 

“Jika tidak sejak awal perencanaan dan pelaksanaan tidak melibatkan arkeolog pasti ada sebagian benda sejarah yang hilang. Beruntung saja, seperti penemuan hidran dari tim arkeolog utusan Bapedda Gresik. Langsung melakukan identifikasi benda sejarah di kawasan tersebut. Kalau tidak, siapa yang yang disalahkan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya PKP Gresik Ida Lailatus Sa’diyah menyebut, pihaknya memang tidak melibatkan tim arkeolog pada proyek kawasan Bandar Grissee itu. Sebab, pihaknya hanya dalam infrastruktur, bukan kepadan bangunan cagar budaya. 

“Kami hanya melakukan infrastruktur di sempadan jalan. Tidak sampai menyentuh bangunan cagar budaya,” jelasnya. 

Untuk progres pada kawasan wisata haritage Bandar Grisse itu, lanjut dia dalam waktu 38 minggu sudah terlaksana 85,243% dari rencana 86, 562%. “Proyek mengalami deviasi (penyimpangan waktu) – 1,320%,” imbuhnya. (faiz/aam)