Selasa, 04/10/2022 | 14:50 WIB
Gresik Satu
Ekonomi

Di tengah Persaingan Industri Bahan Bangunan, SIG Malah Untung Sebesar Rp 34,96 Triliun

Aktivitas palletizer produk Mortar Indonesia di Pabrik Mitra Kiara Indonesia, Narogong, Jawa Barat / foto : sah

GresikSatu | PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengumumkan Kinerja Keuangan Konsolidasian tahun 2021. Hasilnya, sepanjang tahun kemarin, tercatat sebesar Rp 34,96 triliun.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, pada tahun 2021, SIG mencatatkan total pendapatan sebesar Rp34,96 triliun. Beban pokok pendapatan meningkat 2,8% YoY menjadi Rp24,01 triliun.

Selain karena peningkatan volume penjualan, peningkatan beban pokok pendapatan juga disebabkan oleh kenaikan biaya bahan bakar, sejalan dengan kenaikan harga batubara yang signifikan sepanjang tahun 2021.

“Di tengah tantangan persaingan industri bahan bangunan yang semakin ketat serta kenaikan harga batubara yang signifikan, SIG mampu melalui tahun 2021 dengan pencapaian kinerja penjualan yang baik,” katanya, Rabu (2/3/2022).

Total volume penjualan SIG pada tahun 2021 meningkat 1,6% menjadi 40,47 juta ton dari tahun 2020 sebesar 39,85 juta ton, terutama dikontribusikan oleh peningkatan penjualan regional yang tumbuh seiring dengan meningkatnya kegiatan ekonomi di berbagai negara tujuan ekspor.

Baca Juga : Heboh, Ular Piton Sepajang Tiga Meter Ditemukan di Belakang Rumah Warga Gresik

“Pada tahun 2021, SIG telah melakukan beberapa program kerja yang salah satunya adalah Sustainability Initiatives. Yaitu untuk mendukung upaya penurunan emisi karbon,” jelasnya.

“Program kerja tersebut diantaranya adalah penurunan clinker factor, peningkatan pemakaian alternative fuel dan efisiensi energy (listrik dan thermal),” tambahnya.

SIG juga melakukan pengendalian emisi yang dihasilkan pada proses produksi melalui pemanfaatan teknologi sistem electrostatic precipirator, conditioning tower, dan bag filter di pabrik untuk mengelola emisi debu.

Selain itu, SIG juga memanfaatkan panas gas buang dari proses pembakaran sebagai pembangkit listrik dengan teknologi Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) di Pabrik Tuban dan Indarung. **