Senin, 03/10/2022 | 19:19 WIB
Gresik Satu
Politik

Didemo Mahasiswa, Ketua DPRD Gresik : Tahapan Pemilu Sudah Dimulai

Teks Foto : ketua DPRD Gresik Abdul Qodir saat menerima unras dari mahasiswa. (Faiz/gresiksatu.com)

GresikSatu | Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Gresik, menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD Gresik, Kamis (14/4/2022). Massa aksi mayoritas mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) itu datang ke rumah rakyat dengan membawa berbagai tuntutan.

Diantaranya, tolak wacana presiden 3 periode, tolak kenaikan BBM, tolak kenaikan PPN, Stabilkan harga bahan pokok, laksanakan janji politik pemerintah Kabupaten Gresik, dan tuntaskan persoalan sampah di Kabupaten Gresik.

KorlapAliansi Mahasiswa Gresik M Adi Setia Budi mengatakan, wacana 3 periode menjadikan pemerintah melanggar konsititusi yang dibuatnya sendiri. Menurutnya, pemerintah seharusnya memikirkan rakyat, yang hampir dua tahun diterpa musibah pandemi Covid-19.

“Ini Pemerintah malah melakukan kebijakan yang tidak pro rakyat,” ucapnya.

Tidak hanya itu, sejumlah spanduk tuntutan turut meramaikan. Seperti “Gagal ngurus bangsa minta 3 periode” dan juga “Kesempatan tidak datang dua kali apalagi tiga kali”.

Baca Juga : Kader Demokrat Gresik Satu Barisan Dukung Emil Dardak

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir langsung menemui para mahasiswa. Di hadapan para mahasiswa politikus PKB itu, agar tidak terprovokasi dengan isu-isu yang belum jelas.

Menurutnya, tahapan penundaan pemilu hanyalah sekedar wacana. Bahkan, kini sudah dibentuk Ketua Umum KPU untuk Pemilu akan datang. “Tahapan pemilu sudah dimulai, tidak ada penundaan pemilu,” ucapnya.

Qodir menjelaskan, tentang kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan pajak pertambahan nilai (PPN), pihaknya mengajak para mahasiswa ikut mekakukan analisa.

“Perlu dianalisa dengan baik PPN itu.Untuk peruntukan bantuan sosial kita dukung dan kawal. Jika tidak kita tolak,” tegas Qodir.

Politisi F-PKB ini juga akan mengawal stabilitas harga kebutuhan pokok di Kabupaten Gresik. “Akan kami tindak lanjuti dengan Diskoperindag Gresik. Dan penanganan sampah harus jadi isu strategis,” pungkasnya. (faiz/sah)