Kamis, 30/06/2022 | 01:47 WIB
Gresik Satu
Hukrim

Diduga Pakai Ilmu Gendam, Pasutri Bawa Kabur Mobil Ertiga Milik Warga Dukun

Teks foto : Pasutri yang diduga melakukan penggelapan Mobil Ertiga nopol W 1939 CR saat diperiksa di Mapolsek Dukun (Faiz /gresiksatu.com)

GresikSatu | Pasutri MY dan SM warga Lamongan harus berurusan dengan polisi. Pasalnya kedua pelaku berusia 30 tahun itu, diduga melakukan tindak pidana kejahatan penggelapan Mobil, di Desa Gedongkedoan, Kecamatan Dukun, Gresik. 

Kasus ini sempat viral di medsos, karena kedua pasutri ini, diduga meminta izin ke pemilik mobil dengan cara mempraktikan ilmu gendam. Mobil yang berhasil dibawa dan kemudian digagalkan polisi adalah Ertiga nopol W 1939 CR.

Kronologisnya, Astuti istri dari Muhammad Rohman tengah berada di halaman rumah sedang di Desa Gedongkedoan, Kecamatan Dukun, Kamis (9/6/2022). Dia kemudian didatangi dua sejoli yang diduga pelaku. Di sana, pasutri ini menyampaikan maksudnya untuk meminjam mobil.

Astuti pun bertanya, apakah sudah mendapatkan izin kepada suaminya. Terduga pelaku itu kemudian meyakinkan jika kedatangannya membawa mobilnya sudah mendapatkan restu dari suaminya. Astuti pun ke dalam rumah lalu mengambil kunci mobil.

Baca Juga : Pemeran Pria Nikahi Kambing Mewek dan Sambil Minta Maaf

Setelah mobil dibawa kabur, Astuti baru menyadari jika dirinya merupakan korban tindak kejahatan. Ia kemudian melaporkan kejadian ke salah satu stasiun radio. Dari sana lah, para pendengar radio melaporkan jika mobil yang dimaksud sempat terlihat di daerah Kecamatan Manyar, Gresik.

Di sisi lain, petugas polisi sektor Manyar sudah mengetahui jika ada laporan terkait pencurian mobil. Para petugas lalu menghadang dan melakukan pengamanan. Apalagi mobil itu secara kebetulan terjebak macet di area Polsek Manyar.

Kanit Reskrim Polsek Dukun Aipda Reza Wahyu Winastiko mengatakan, semula sempat binggung dengan kasus ini apakah memenuhi unsur tindak kejahatan atau tidak. Pasalnya, korban mengaku jika mobilnya telah dibawa kabur.

Sedangkan, terduga pelaku mengaku kepada polisi hanya meminjam mobil untuk kebutuhan tilik bayi di Desa Pongangan. Hal ini dibuktikan jika di dalam mobil banyak akesoris bayi.

Baca Juga : Mayat Pria yang Ditemukan di Dermaga Wilmar Ternyata Korban Loncat dari Jembatan Suramadu

“Masih kita dalami. Saat ini masih memeriksa saksi-saksi. Termasuk dari pengakuan pelaku, dirinya menyewa mobil melalui teman korban Teguh warga desa setempat,” ungkapnya. 

“Kami juga cek terlihat banyak akesoris bayi di dalam mobil. Makanya ini kami proses lebih lanjut,” ujarnya. (faiz/aam)

Full Day School