Jumat, 27/05/2022 | 12:14 WIB
Gresik Satu

Berdayakan Masyarakat, Dinas Perpustakaan Gresik Beri Keterampilan Ecoprint Kertas Bekas

Ibu-Ibu rumah tangga diberikan keterampilan dalam pembuatan Ecoprint dari kertas bekas kerjasama Dinas Perpustakaan dan Perpustakaan Pelangi Desa Suci, Minggu (4/12/2021). / Foto: tbk
Ibu-Ibu rumah tangga diberikan keterampilan dalam pembuatan Ecoprint dari kertas bekas kerjasama Dinas Perpustakaan dan Perpustakaan Pelangi Desa Suci, Minggu (4/12/2021). / Foto: tbk

GresikSatu I Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik menggandeng Perpustakaan Rumah Pelangi Desa Suci Kecamatan Manyar untuk pemberdayaan masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga dengan memberikan keterampilan membuat Ecoprint dari kertas bekas.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik, Ninik Asrukin menjelaskan kegiatan literasi inklusi sosial ini pihaknya bersama perpustakaan Rumah Pelangi dengan tujuan untuk pemberdayaan masyarakat melalui keterampilan membuat ecoprint dari kertas bekas.

Dari keterampilan Ecoprint itu tadi, nantinya bisa dibuat souvenir seperti tempat kotak tisu, tempat pensil dan barang-barang lain sebagainya yang bisa dihasilkan dari kertas bekas. Juga nantinya, hasilnya akan disalurkan atau ditempatkan di perpustakaan desa.

Baca juga: Ratusan Karateka Ikuti Kejurkab Forki Gresik Piala Bupati dan Ketua KONI

“Produk yang dihasilkan bagus, dan nanti di taruh di tempat perpustakaan desa, dijual untuk kesejahteraan masyarakat dari ibu – ibu tersebut. keterampilan seperti ini akan dikembangkan terus,”kata Ninik.

Ninik melanjutkan Pihaknya akan terus mengagendakan kegiatan seperti ini setiap tahunnya sebagai pendampingan dari dinas untuk perpustakaan desa. Tapi, harus ada kolaborasi serta komitmen dari Kepala Desa dalam memajukan Perpustakaan Desa.

“Kegiatan Ecoprint diagendakan setiap tahun, karena itu perlu adanya komitmen dan kolaborasi antara Kepala Desa untuk memajukan Perpustakaan Desa,” jelasnya, Minggu (4/12/2021).

Sementara dari Kepala Perpustakaan Rumah Pelangi Nency Septriyana menjelaskan tujuan kegiatana Ecoprint sebagai edukasi bagi masyarakat bahwa perpustakaan bukan hanya tempat pinjam buku, tetapi juga tempat untuk pelatihan berbagai macam kecakapan hidup.

Nency berharap pemerintah memperhatikan serta memberikan pendampingan secara berkelanjutan sampai menjadi produk yang menghasilkan.

“Pelatihan seperti ini untuk keterampilan bagi para ibu – ibu. Keterampilan Ecoprint dapat diterapkan di masyarakat, karena memanfaatkan bahan yang tersedia dari alam seperti daun, bunga, kertas dan lain sebagainya,” ucapnya. (tbk)

Tinggalkan Komentar