GresikSatu | Kekeringan yang melanda wilayah Gresik dalam beberapa bulan terakhir telah berdampak serius pada sektor pertanian, khususnya tanaman padi.
Ribuan hektar lahan sawah terancam gagal panen akibat minimnya curah hujan yang berakibat pada berkurangnya suplai air irigasi.
Kondisi ini telah memicu kekhawatiran di kalangan petani, yang menggantungkan hidup mereka pada hasil panen.
Dalam situasi genting tersebut, Dinas Pertanian Gresik melakukan berbagai upaya mencari solusi untuk mencegah terjadinya kerugian lebih lanjut.
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Gresik, Eko Anandito Putro menyampaikan bahwa musim kemarau tahun ini cukup terasa di Gresik. Sehingga menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kekurangan air.
“Kami telah melakukan beberapa program maupun langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang dialami para petani di Gresik,” ungkapnya, Rabu (9/10/2024).
Menurut data Dispertan Gresik, Sampai bulan September ini, total ada 8 Kecamatan di Gresik yang lahan padinya terdampak kekeringan.
Diantaranya : Kecamatan Wringinanom sebanyak 6 hektare, Kecamatan Menganti sebanyak 65 hektare, Kecamatan Kedamean sebanyak 553 hektare.
Kemudian, Kecamatan Benjeng sebanyak 1.051 hektare, Kecamatan Balongpanggang sebanyak 1.818 hektare, Kecamatan Cerme sebanyak 53 hektare, Kecamatan Duduksampeyan sebanyak 252 hektare, dan Kecamatan Bungah sebanyak 3 hektare. Dengan total lahan terdampak sebanyak 3.801 hektare.
“Untuk mengatasi masalah ini, kami telah mengambil berbagai langkah darurat guna meminimalisir dampak kekeringan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pendistribusian pompa air ke beberapa daerah yang mengalami kekurangan irigasi,” terangnya.
Pompa air ini diharapkan dapat membantu petani mendapatkan suplai air dari sumber-sumber air bawah tanah yang masih tersedia.
Termasuk juga mengimbau para petani untuk mengoptimalkan waduk hingga irigasi yang masih tersedia sumber air.
“Kami berharap petani bisa lebih waspada dan mengantisipasi dampak yang lebih buruk dengan merubah pola tanam atau menunda penanaman padi hingga musim hujan datang,” terangnya.
Dengan berbagai langkah yang telah diambil, Dinas Pertanian Gresik berharap dapat mengurangi dampak buruk dari kekeringan yang dirasakan oleh para petani.