Minggu, 29/05/2022 | 06:20 WIB
Gresik Satu

Ditegur Karena Ugal-ugalan, Pengendara Ini Malah Menunjukan Jika Dirinya Anggota Interpol

Teks foto : Pelaku anggota diduga Interpol yang mengancam warga Desa Kedanyang (Istimewa /gresiksatu.com)

GresikSatu | Pengalaman tak mengenakan dialami oleh Ngatomo, warga Perumahan Griya Karya Giri Asri (GKGA) Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Gresik. Pasalnya, saat dirinya berada di depan rumahnya, ada seorang pria mengendarai mobil secara ugal-ugalan.

Parahnya, mobil pria yang belum diketahui identitasnya itu, sempat menyerempet mobil milik Ngatomo. Sadar mobilnya tercederai, ia lantas berteriak agar pengendara itu berhenti. Tak terima dengan teguran Ngatomo, pria misterius itu malah menyodorkan kartu tanda pengenal jika diirnya merupakan anggota Interpol.

Cerita itu dibenarkan oleh Ngatomo sendiri. Saat itu, sekitar pukul 10.30 WIB, Kamis (31/3/2022), dirinya yang tengah mencuci mobil di depan rumahnya, dikagetkan dengan suara mobil Brio putih melaju dengan kecepatan tinggi.

Jalan rumahnya itu memang tak begitu luas. Namun karena mobil brio itu cara mengendarai tidak berhati-hati, senggolan antar body pun terjadi. Mobil Toyota Etios Nopol W 1543 VF milik Ngatomo terserempet mengenai bember samping.

Baca Juga : Warga Lamongan Mengaku Uangnya Hilang Setelah Kartu ATM-nya Tertelan di Indomaret Pangkah

“Saya spontan langsung berteriak karena suaranya keras sekali. Pasti ada yang rusak dalam mobil saya,” katanya, Sabtu (2/4/2022) kepada gresiksatu.com.

Sempat terjadi perdebatan antara Ngatomo dan pemilik mobil brio Putih. Namun yang mengagetkan, pria itu malah menunjukan kartu identitas kalau dirinya merupakan anggota Interpol. Bahkan dirinya mengencam Ngatomo, kalau saja bertemu lagi di jalan lain.

“Anehnya dia melah minta ganti rugi. Lah dia ini kan pendatang, bukan kampung sini. Terus yang nyuruh ngebut siapa? Kok malah minta ganti rugi,” bebernya.

Selisih paham itu sempat membuat tetangganya keluar rumah. Bahkan istri dan anaknya sempat melerai agar tak meneruskan perselisihan. Hal itu tentu membuat pengendara Brio merasa menang dan pergi begitu saja dari tempat tersebut.

Baca Juga : Adu Moncong Pick Up VS Dump Truck di Manyar, Pasutri Meninggal Dunia

“Kalau dia meminta baik-baik mobil saya agar dipinggirkan dulu, pasti saya pindahkan. Lah ini tanpa permisi, langsung main nabrak saja,” tegasnya.

Sebagai upaya tindak lanjut, Ngatomo akan menempuh jalur hukum. Hal ini dimaksudkan agar orang seperti pengendara mobil brio tidak sewenang-wenang ketika di jalan raya. Apalagi pengendara mobil tersebut punya id card yang bisa menakuti setiap orang. (faiz/sah)