Selasa, 04/10/2022 | 06:55 WIB
Gresik Satu
Ekonomi Finansial

Dorong Peternak Sapi Kembali Bangkit, Petrokimia Gresik Beri Bantuan Senilai Ratusan Juta

Gresiksatu.com
Salah satu peternak sapi binaan Ptrokimia Gresik. (Foto : Humas Petrokimia for Gresiksatu.com)

GresikSatu | Pemulihan ekonomi pasca pandemi terus digencarkan oleh Petrokimia Gresik. Kali ini dengan program Mitra Kebanggaan (Mangga), perusahaan plat merah itu telah menggelontorkan bantuan senilai Rp 150 juta.

Bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR), itu diberikan Petrokimi kepada peternak sapi yang terdampak wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK). Tujuannya mendorong peternak sapi kembali bangkit.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, wabah PMK telah memukul seluruh peternak sapi. Untuk itu, penyerahan bantuan program mangga diharapkan menjadi angin segar bagi peternak sapi.

“Melalui bantuan ini, Petrokimia Gresik turut mengambil peran dalam mendorong pemulihan ekonomi peternak sapi yang merugi akibat wabah ini. Sehingga program penanganan wabah PMK bisa semakin komprehensif,” katanya, Rabu (7/9/2022).

Menurut Dwi, ada 15 kelompok peternak sapi yang telah mendapatkan asupan bantuan program mangga. Para peternak yang beruntung itu tersebar di 4 kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Yakni, Kabupaten Lamongan, Magetan, Bojonegoro, Lumajang dan Blora.

“Dari 166 ekor sapi yang dikelola kelompok peternak sapi tersebut, sebanyak 130 ekor diantaranya terjangkit PMK, yang mengakibatkan 12 ekor mati,” jelasnya.

“Sedangkan, 107 ekor terpaksa dijual murah setelah dinyatakan sembuh dari PMK, dan sisanya masih proses penyembuhan,” tambahnya.

Diketahui, anggota peternak Mangga yang diasuh oleh Petrokimia ada sebanyak 182 peternak sapi. Mereka tersebar di 21 kabupaten dan kota di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah, dimana 99 sapi diantaranya terkonfirmasi telah terdampak wabah PMK.

Selain itu, Dwi mengimbau kepada para peternak, khususnya di Jawa Timur untuk mengikuti program vaksinasi hewan ternak yang diselenggarakan pemerintah. Hal ini dikarenakan Jawa Timur merupakan provinsi dengan kasus PMK tertinggi secara nasional.

“Semoga wabah PMK dapat segera dikendalikan di semua daerah di Indonesia, sehingga perekonomian peternak sapi dapat pulih,” katanya memungkasi. (aam)