Jumat, 12/08/2022 | 16:02 WIB
Gresik Satu
Politik

DPRD Gresik Minta Bupati Bentuk Tim Khusus Validasi Data Penerima Bansos 

Foto : Petugas melakukan penempelan stiker keluarga miskin di Desa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang, Gresik. (Faiz/gresiksatu.com)

GresikSatu | Keabsan data penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dipertanyakan oleh kalangan dewan Gresik. Hal seiring temuan di lapangan, masih banyak penerima program tak tepat sasaran.

Misalnya kasus di Desa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang, Gresik, seorang penerima manfaat, punya mobil dan rumah, namun masih menerima PKH. Tentu saja hal ini menjadi pertanyaan, hidup berkecukupan tapi tercatat penerima bantuan orang miskin.

Menanggapi hal tersebut Ketua Komisi IV DPRD Gresik Mochammad mengatakan, harus ada tindakan tegas dari petugas. Ia sangat menyangkan tidak adanya pembaruan data sehingga orang mampu masih menerima bantuan sosial.

“Akibat contoh yang tidak baik ini. Angka kemiskinan di Gresik tak kunjung turun,” ucapnya, Selasa (19/4/2022).

Baca Juga : Duh! Punya Mobil Mewah dan Rumah Mentereng, Warga Balongpanggang Masih Terima PKH

Politisi F-PKB ini, bahkan menganggap, kejadian itu masih banyak di Kabupaten Gresik. Misalnya orang kaya masih mau dan menerima bansos. Masih masuk Data terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos. 

“Belum lagi ditambah miskin baru akibat Covid-19. Ini data harus diperjelas,” jelasnya. 

Oleh karena itu, menurut Muhammad, diperlukan koordinasi tingkat OPD terkait. Bila perlu Bupati membentuk tim khusus  untuk mumbuat data kemiskinan agar hasil data yang  dibuat benar-benar valid. 

“Bila perlu di setiap desa, setiap rumah warga miskin yang sudah masuk penataan diberi lebel,” ujarnya. (faiz/sah)