Selasa, 09/08/2022 | 21:43 WIB
Gresik Satu
Berita Gres Pendidikan

Era Globalisasi, Ajak Guru Adaptif Terhadap Perubahan

Gresiksatu.com
Pengawas SMA Cabang Dinas Pendidikan Gresik Priyandono saat memberikan materi di SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Foto : Aam/Gresiksatu.com)

GresikSatu | Globalisasi dan kemajuan teknologi kian hari semakin pesat. Semua bidang dituntut adaptif dalam perubahan itu. Tak terkecuali dalam hal bidang pendidikan. Bahkan model pembelajaran pun disediakan pemerintah melalui aplikasi platform merdeka mengajar.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung Pengawas SMA Cabang Dinas Pendidikan Gresik Priyandono, saat di hadapan peserta In House Training (IHT) yang digelar Selasa (28/6/2022) di aula SMA Muhammadiyah 8 Cerme, Gresik.

Dikatakan Priyandono, perubahan adalah sebuah keniscayaan. Tidak ada satu pun yang bisa menghindar dari perubahan. Perubahan terjadi di sejumlah sektor kehidupan, termasuk sektor pendidikan. Untuk itu pihaknya meminta agar pengajar berpikir lebih maju lagi dalam hal kemajuan pendidikan.

“Oleh sebab itu guru harus adaptif terhadap perubahan. Pilihannya hanya dua, menggerakkan roda perubahan atau justru digilas roda perubahan,” kata Priyandono, Rabu (29/6/2022).

Mantan guru SMAN 1 Gresik itu juga mengajak para guru untuk mengubah mindset-nya. Dimulai dari pendekatan dan strategi mengajarnya harus diubah. Kalau tidak, pendidikan akan terancam stagnan. Apalagi, lanjut Priyandono, apa pun kurikulumnya, yang memiliki andil besar dalam peningkatan kualitas proses dan hasil pendidikan itu adalah guru.

“Guru sebagai pemimpin pembelajaran harus senantiasa merancang kegiatan belajar yang berdampak pada murid. Melibatkan murid dalam merancang, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan,” bebernya.

“Ketika murid itu dilibatkan, maka semakin luas pula ruang-ruang tempat mereka menyuarakan ide-ide kreatifnya, semakin terbuka kesempatan mereka dalam menentukan pilihan-pilihannya. Mereka dapat mengarahkan pembelajarannya sendiri dan menganggap kegiatan itu milik mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMA Muhammadiyah 8 Cerme, Gresik Emi Faizatul Afifah merasa yakin, kurikulum merdeka ini dapat menawarkan sesuatu yang baru. Utamanya dalam mengatasi berbagai persoalan pembelajaran di SMA umumnya dan SMA Muhammadiyah 8 Cerme khususnya.

“Saya optimis, kalau Implementasi kurikulum merdeka bisa menjadi pendorong lahirnya era baru dunia perubahan pembelajaran yang lebih interaktif, bermakna, mendalam dan menyenangkan,” tukasnya.

Sekedar diketahui, SMA Muhammadiyah 8 merupakan salah satu dari 15 SMA di Gresik yang lolos dalam seleksi program sekolah penggerak angkatan 2 tahun 2022. IHT ini merupakan pengimbasan setelah komite pembelajaran mengikuti bimbingan teknis Implementasi Kurikulum Merdeka yang diselenggarakan P4TK IPS dan PKN awal hingga pertengahan Juni lalu. (aam)