Kamis, 30/06/2022 | 02:19 WIB
Gresik Satu
Ekonomi

Erick Thohir Dorong Petrokimia Gresik Bisa Bersaing di Pasar Global

Menteri BUMN Erick Thohir bersama Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo (Foto : Humas Petrokimia)

GresikSatu | Kiprah PT Petrokimia Gresik dalam menjadi produsen pupuk terbesar di Indonesia, tak diragukan lagi. Perusahaan BUMN itu bahkan terbilang sukses menyediakan pupuk petani dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Namun kali ini, perusahaan yang berpusat di Gresik itu didorong agar bisa menjadi pemain pasar global. Hal ini disampaikan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat berkunjung di PT Petrokimia Gresik, pada Jum’at (17/6/2022) kemarin.

“Ini suasananya sangat-sangat optimis, dan saya berdoa Pupuk Indonesia Group, Petrokimia Gresik harus menjadi pemain global, bukan waktunya kita jago kandang,” katanya dalam acara Menteri BUMN Menyapa Millenial.

Menurut Erick Thohir, salah satu inovasi Petrokimia yang menjadi sorotan adalah Program Makmur. Dimana program ini, terbukti mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani melalui penghasilan yang meningkat.

“Agar ke depan Pupuk Indonesia Group, termasuk Petrokimia Gresik dapat mencari alternatif bahan baku pupuk, terutama Phosphate (DAP dan Rock Phosphate) dan Kalium (KCl), Karena kedua jenis bahan baku pupuk tersebut tidak tersedia di dalam negeri,” bebernya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengaku siap dengan dorongan Menteri BUMN Eric Tohir. Dia bahkan menuturkan banyak inovasi-inovasi baru yang telah diciptakan selama dirinya menjabat.

“Hal ini dapat dilihat dari gelaran Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik (KIPG) yang digelar setiap tahun, dimana KIPG tahun ini diikuti oleh 82% karyawan yang tergabung dalam 1.158 Gugus Inovasi,” jelasnya.

Dijelaskan. Dalam inovasi Petrokimia Gresik sepanjang tahun 2021, bahkan mampu menciptakan nilai tambah atau value creation riil sebesar Rp240,68 miliar. Dari total nilai tersebut, Rp66,19 miliar atau 27,5 persen diantaranya berkontribusi langsung terhadap perolehan laba perusahaan (direct financial benefit).

“Ini menjadi bukti bahwa inovasi atau improvement yang dilakukan Insan Petrokimia Gresik berkontribusi positif bagi laba perusahaan, termasuk laba konsolidasi Pupuk Indonesia Group,” katanya memungkasi. (aam)

Full Day School