Minggu, 03/07/2022 | 19:14 WIB
Gresik Satu
Pemerintahan

Gandeng Dispertan Gresik, Kampus Pens Ciptakan Alat Pengusir Hama Burung Pipit

Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Gresik saat memperkenalkan alat baru berupa sensor bunyi pengusir hama burung pipit ke petani Duduksampeyan, Jumat (17/6/2022)./ (Foto: Faiz/gresiksatu.com)

GresikSatu I Alat baru berupa sensor yang bisa menghasilkan bunyi untuk mengusir hama burung pipit diperkenalkan Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Gresik ke petani Kecamatan Duduksampeyan, Jumat (17/6/2022). Alat itu buatan Kampus Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (Pens) yang khusus dirancang mengusir hama burung.

Diketahui, selain hama tikus, burung pipit menjadi salah satu diantara hama bagi petani, dimana kerap memakan bulir padi yang siap panen. Bahkan kerugian yang diakibatkan oleh hama burung pipit ini mencapai 80 sampai 100 juta rupiah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik Eko Anandito mengatakan, kerap kali petani mengeluhkan hasil panen padi menurun karena diserang burung pipit. Karena itu pihaknya bekerjasama dengan Kampus Pens Surabaya untuk mengembangkan alat baru dan sudah disosialisasikan ke petani.

“Burung pipit banyak dikeluhkan karena memakan banyak bulir pada yang sudah hampir panen. Satu burung bisa memakan separuh lebih bulir pada yang ada di satu batang,” katanya.

“Kalau jumlahnya banyak memang sangat merugikan para petani. Dan Alhamdulillah alat baru ini berhasil, sekarang mulai kami sosialisasikan kepada petani,” jelasnya.

Eko melanjutkan, sebelum ditemukannya alat dengan sensor canggih buatan Kampus Pens ini, petani hanya mengandalkan orang-orangan sawah untuk melakukan pengusiran burung pipit dan masih kurang efektif. Kini ditemukannya alat ini, petani tak lagi khawatir dengan hasil panin.

“Alat baru ini ada sensor yang bisa menghasilkan bunyi (suara). Kami harap lebih efektif untuk melakukan pengusiran burung pipit. Saemoga saja hasilnya lebih maksimal,” terangnya.

Sementara itu, Dosen Pens Indra Ferdiansyah mengatakan, alat ini dirancang untuk membantu para petani dalam memberantas hama burung pipit. Alat ini menggunakan panel surya untuk pengisian energi baterai dikarenakan panel surya yang hemat energi dan ramah lingkungan.

“Diharapkan dengan adanya alat ini, para petani tidak perlu khawatir dengan hasil panen padinya. Karena alat ini dapat mengusir burung pipit dengan jarak lumayan jauh dan dilengkapi dengan pengeras suara,” bebernya.

Indra juga menjelaskan, sensor PIR merupakan sensor yang dapat mendeteksi pergerakan. Dalam hal ini sensor PIR banyak digunakan untuk mengetahui apakah ada pergerakan manusia dalam daerah yang mampu dijangkau oleh sensor PIR.

Di tempat yang sama, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Gresik Hamzah Takim sangat mengapresiasi langkah Dispertan dalam membantu petani melalui banyak temuan baru yang dihasilkan, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas petani.

“Ini salah satu upaya yang baik. Kami berharap ke depan Dispertan juga bisa membuat alat lain untuk mengusir hama. Misalnya pengusir tikus. Ini penting untuk membantu petani,” jelasnya. (Faiz/Tov)

Full Day School