Sabtu, 28/05/2022 | 05:08 WIB
Gresik Satu

Gandeng Insan Media, BNN Gresik Perangi Bahaya Narkoba

Workshop penguatan kapasitan kepada insan media untuk mendukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba, Kamis (3/2/2022) / foto : sah

GresikSatu | Penyebaran narkotika di Kabupaten Gresik, hingga kini masih marak. Korbannya tidak hanya orang dewasa, melainkan juga anak-anak dan perempuan.

Bahkan, mayoritas narapidana di Lapas Banjarsari Cerme, 80 persen rata-rata, didominasi kasus narkoba. Hal ini, menandakan kasus peredaran di Gresik masih masif.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik, AKBP Supriyanto mengatakan, pencegahan bahaya narkoba harus dilakukan semua stakeholder. Baik, lembaganya, maupun masyarakat secara luas.

“Oleh karena itu kita mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama melawan narkotika,” katanya, saat workshop penguatan kapasitan kepada insan media untuk mendukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba, Kamis (3/2/2022).

Baca Juga : Wisata Anyar di Setigi Tawarkan 17 Rumah Adat

Supriyanto mengatakan, sebagai wilayah penyangga Surabaya, peredaran narkoba di Gresik tidak bisa dihindari. Karena, banyak pembeli yang berasal dari Kota Pudak-sebutan lain Gresik.

Disebutkan, wilayah yang menjadi sorotan adalah Gresik selatan. Khususnya yang perbatasan dengan Surabaya. “Peredarannya cukup masif,” kata Supriyanto.

Dijelaskan, bisnis narkoba memang sangat menggiurkan. Keuntungan yang didapat sangat besar. Tak heran, jika Gresik menjadi wilayah sasaran peredaran. Karena, penggunanya masih banyak.

“Bahkan, barang yang berasal dari luar negeri pasti turunnya di Gresik. Khusus untuk paketnya dibawa 100 kg,” ungkapnya. **