Gantikan Ainul Farodisah, Masruroh Terpilih sebagai Ketua Fatayat NU Gresik 2024-2029

GresikSatu | Masruroh, kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) asal Desa Prupuh, Kecamatan Panceng, resmi terpilih sebagai Ketua Cabang Fatayat NU Gresik periode 2024-2029.

Pemilihan ini berlangsung dalam Konferensi Cabang (Konfercab) XIV di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin, Desa Suci, Kecamatan Manyar, Minggu (1/12/2024).

Proses pemilihan berlangsung dinamis dengan jumlah suara sah sebanyak 470. Kandidat terkuat, Ufiq Zuroidah, memimpin dengan perolehan 199 suara, diikuti oleh Masruroh dengan 192 suara.

Sementara kandidat lain, Nur Laila, Masruroh (lainnya), dan Uswatun masing-masing memperoleh 16, 15, dan 3 suara.

Namun, sebelum memasuki putaran kedua, Ufiq Zuroidah memutuskan untuk mundur, membuka jalan bagi Masruroh untuk memimpin tanpa pemungutan suara lanjutan.

Baca juga:  Hotel Santika Gresik Promosikan Gaya Hidup Sehat Lewat Yoga

Ketua demisioner, Ainul Farodisah, menyampaikan apresiasinya atas dinamika yang terjadi selama Konfercab.

Ia menyebut bahwa momen ini bukan hanya tentang pergantian kepemimpinan, tetapi juga evaluasi dan perumusan langkah strategis untuk masa depan organisasi.

“Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama selama kepemimpinan saya dari 2019 hingga 2024,” ujarnya.

Dalam pidato perdananya, Masruroh menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus membawa inovasi baru.

Ia mengajak seluruh kader untuk menjadikan Fatayat NU Gresik sebagai rumah bersama yang mampu melampaui perbedaan politik dan pandangan.

“Meskipun proses pemilihan penuh dinamika, ini mencerminkan semangat kita sebagai organisasi yang demokratis. Perbedaan pendapat justru menjadi kekuatan untuk membesarkan Fatayat NU,” ungkap Masruroh.

Baca juga:  Berawal Adu Mulut, Lansia di Gresik Jadi Korban Penganiayaan Tetangga Sampai Tewas

Ia juga menyoroti pentingnya pemberdayaan kader, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan kemandirian ekonomi.

Masruroh berencana memfasilitasi pelatihan kewirausahaan, membantu kader dalam pengurusan perizinan usaha, serta memperbaiki sistem administrasi organisasi agar lebih terstruktur.

“Target kita adalah menjadikan kader Fatayat NU berdaya di berbagai sektor, baik di desa maupun kota. Dengan kolaborasi yang kuat, kita bisa menciptakan perubahan nyata,” pungkasnya.

Reporter:
Chofifah Qurotun Nida
Editor:
Aam Alamsyah
Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler