Minggu, 25/09/2022 | 18:45 WIB
Gresik Satu
Sang Desa

Meriahnya Gebyar Pandean Jadi Ajang Silaturahmi Masyarakat Desa Padeg Gresik

Gresiksatu.com
Semarak Kemerdekaan HUT Kemerdekaan RI ke-77 Kartar Desa Padeg turut meramaikan Gebyar Pandean (Foto : Faiz/Gresiksatu.com)

GresikSatu | Pemdes dan Karang Taruna Desa Padeg, Kecamatan Cerme menggelar gebyar Pandean. Gebyar pendean merupakan satu rangkaian acara besar dari berbagai serangkaian acara kecil, yang dilakukan masyarakat setempat yang dimulai tanggal 6 Agustus 2022 – 21 Agustus 2022.

Gebyar ajang silaturahmi ini sempat vakum akibat dampak pandemi Covid-19. Gebyar Pandean yang dimulai dari lomba 17 an, lalu dilanjutkan kegiatan Sedekah Bumi, Pagelaran Pentas Seni, hingga jalan Sehat yang menjadi penutup Gebyar Pandean ini. 

Berbagai lomba yang digelar dalam momentum HUT Kemerdekaan RI ke-77 ini. Karang Taruna sebagai Inisiator lomba 17an ini menampilkan lomba sepeda pelan, lomba makan kerupuk, lomba kursi goyang, lomba futsal dan lomba yang lainya. Warga sangat antusias dalam mengikuti beberapa lomba yang di sajikan dan banyak juga yang menonton lomba ini sehingga menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Desa Padeg. 

Dari sekian lomba yang ditampilkan, paling menarik adalah lomba futsal. Lomba yang diperuntukkan untuk anak anak muda dengan maksimal usia 25 tahun antar RW ini berlangsung sengit bahkan sempat memicukan emosi  antar warga. 

“Ini menjadi identitas tarkam entah karena sentiment RW yang dilatar belakangi oleh gengsi maupun seluruh tim yang bernafsu ingin menjadi juara futsal di desa,” ucap Dugel selaku ketua pelaksana, Rabu (24/8/2022).

Menurutnya, seluruh tim sangat antusias dalam mengikuti lomba ini. Meskipun pertandingan tarkam yang identik dengan tensi yang tinggi, namun dalam beberapa pertandingan tidak ada kekacauan yang fatal. Selain lomba 17 an lanjut dia, Pemdes dan Kartar juga gelar acara sedekah bumi di pendopo Desa Padeg.

“Sedekah bumi merupakan wujud syukur kita kepada tuhan yang maha esa atas hasil bumi yang di berikan kepada masyarakat, sedekah bumi di mulai dengan seluruh warga yang berbondong-bondong membawa makanan dan buah buah untuk di sajikan dalam acara sedekah bumi ini,” tegasnya.

“Bukan hanya persembahan makanan saja beberapa kesenian budaya yang mengiringi jalannya acara sampai menjelang sholat subuh. Ada penampilan kesenian Reog Ponorogo di sore hari dengan mengelilingi desa dan di lanjut dengan campursari di malam hari hingga di tutup kesenian wayang yang menjadi penutup pada acara sedekah bumi ini,” paparnya. 

Tak ketinggalan ujar Dugel, pentas seni juga menampilkan sajian musik yang dimainkan oleh pemuda Desa Padeg dan teater dengan tema perang 10 November. Pagelaran teater ini bertujuan merawat ingatan megingat para pejuang yang berdarah-darah dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini, bukan hanya itu juga dalam pagelaran ini juga menjadi acara pengumuman pemenang lomba yang di laksanakan oleh Pemdes dan Karang Taruna Desa Padeg . 

“Sangat menarik sekali pagelaran pentas seni ini yang semuanya di mainkan oleh pemuda desa padeg sendiri sehingga bisa mengetahui bakat bakat dan memunculkan minat pemuda padeg,” tutur Eka Entu selaku anggota karang taruna desa Padeg. 

Jalan sehat menjadi penutup dari seluruh acara yang di selengarakan oleh Pemerintah Desa Padeg dan Karang Taruna Desa Padeg. Dimulai dengan senam pagi bersama menjadi awal dari acara ini hingga melemaskan otot untuk jalan sehat. Serta pemotongan pita simbolis oleh Iswoyo selaku Kepala Desa Padeg.

Ada banyak hadiah yang di persembahkan di jalan sehat ini dengan diiringi orkes dangdut yang membuat suasana semakin hangat dan ramai. Masyarakat pun sangat antusias dalam mengikuti acara ini hampir seluruh masyarakat mengikuti jalan sehat ini sambil berjoget bersama diselipi canda tawa bersama yang menjadi ajang silaturahmi masyarakat Desa Padeg

“Jalan sehat ini menjadi agenda perayaan kemerdekaan sedta gebyar pandean ini dengan jalan sehat inilah kita semua merayakan kemerdekaan bersama-sama,” ungkap Arik selaku ketua pelaksana jalan sehat. (faiz/aam)