Jumat, 27/05/2022 | 22:01 WIB
Gresik Satu

Geger, Terminal Bunder Dijadikan Tes Swab Massal Ilegal Calon Pekerja Outsourching

Ratusan calon pekerja terlihat mengantre tes swab di terminal Bunder Gresik / foto : sah

GresikSatu | Perusahaan outsourching Mojokerto yang bekerjasama dengan pabrik mie instan Gresik, diduga tengah melakukan tindakal ilegal.

Mereka mendatangan ratusan calon pekerja untuk melakukan tes swab massal, di komplek ruko Terminal Bunder Gresik, Selasa (18/1/2022).

Disebut tes swab ilegal, karena tindakan tersebut tak ada izin dari Dinkes Gresik. Terlebih, dalam semua pemeriksaan Swab Test Antigen, hasil dari peserta tes harus dilaporkan. Dengan begitu, pihak pemerintah bisa malakukan tracing kalau ada yang positif.

Dari pantauan di lapangan, kendaraan roda dua yang didominasi plat S Kabupaten Mojokerto memadati area lokasi Swab Test Antigen. Padahal, di stan Terminal Bunder itu tidak ada klinik kesehatan penyedia jasa Swab Antigen.

Baca Juga : Beredar Akun Palsu Bupati Gresik Tawarkan Promo Smartphone, Begini Fakta Sebenarnya

Salah satu peserta berinisial ND asal Kabupaten Sidoarjo datang sejak pagi. Beberapa temannya, sempat bingung karena lokasi klinik untuk Swab Antigen berada di stan kosong kawasan Terminal Bunder. 

“Pemberitahuan (swab tes) di sini,” kata ND salah satu calon pekerja.

Rata-rata, ratusan calon pekerja ini didominasi berusia muda sekitar 19 sampai 22 tahun. Total ada 697 calon pekerja, dibagi dua hari untuk pengambilan Swab Antigen. Mereka berasal dari wilayah Mojokerto dan Sidoarjo. 

Direktur PT Arsad Sumber Daya Mandiri, Ivo Vientina Kurnia Hastutie mengatakan ratusan calon pekerja ini harus menjalani Swab Antigen. 

“2×24 jam, setelah itu langsung kerja,” katq Ivo.

Baca Juga : Warga Panceng Tewas Tersengat Listrik Saat Perbaiki Sound System

Alasan Swab Test di kawasan Terminal Bunder, Ivo mengaku kantornya tidak layak. Sehingga rekanan untuk menggelar Swab Test dari Klinik Laboratorium Gajah Mada di wilayah Mojosari, Mojokerto, mengalihkan ke tempat lain.

Meski memasok tenaga kerja di Gresik, tapi karyawan hingga klinik berasal dari wilayah tetangga, di Mojokerto. Dia menutup rapat-rapat nama perusahaan mie instan yang menjadi lokasi penyaluran. 

“Kami hanya perusahaan outsourching, mohon maaf tidak bisa kami sebutkan namanya,” kata dia. 

Pimpinan Klinik Gajah Mada, Solihudin mengaku, jika belum koordinasi dengan Dinkes Gresik. Ia juga baru tahu kalau okasi Swab Antigen berada di terminal. Bekerja sama dengan PT Arsad Sumber Daya Mandiri. 

“Saya baru tahu kalau disini,” kata dia.

Baca Juga : Siswa SLB Gresik Unjuk Keterampilan Melukis di Hadapan Mahasiswa Unair

Kepala Dinas Kesehatan, dr Mukhibatul Khusna mengaku tidak tahu jika kegiatan swab massal di kawasan Terminal. 

“Tidak ada izin atau laporan ke Dinkes Gresik,” kata Khusna. **

Tinggalkan Komentar