Sabtu, 20/08/2022 | 12:34 WIB
Gresik Satu
Berita Gres Pendidikan

Hari Anak Nasional, Siswa Baru di Gresik Deklarasi Lawan Bulliying 

Gresiksatu.com
Para siswa saat mengekspresikan stop bulliying di tangannya yang sudah diberikan tinta pada kegiatan deklarasi lawan bulliying di Sekolah SDM 2 GKB Gresik (Foto : Faiz /Gresiksatu.com)
 Advertisement

GresikSatu | Setiap tanggal 24 Juli diperingati hari anak nasional. Sejumlah siswa di Kabupaten Gresik, melalukan deklarasi lawan bulliying. Kegiatan ini dilakukan oleh siswa baru yang saat masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). 

Tampak satu-persatu siswa baru SD Muhammadiyah 2 Gresik, mengecap tangan ke kain yang sebelumnya dicelupkan ke cat warna-warni. Harapannya, tidak ada lagi aksi bulliying di sekolah.

Setelah melakukan stempel tangan anti bullying, para siswa-siswi bersemangat diajak berkeliling mengenal lingkungan sekolah dengan menaiki kereta kelinci. 

“Fenomena bullying tetap menjadi hal rentan kerap terjadi di lingkungan sekolah. Banyak sekali pengaruh yang berdampak pada anak untuk melakukannya. Diantaranya, karena pergaulan ataupun pengaruh media,” ucap Wakil Kepala Sekolah SDM 2 GKB Gresik, Khoiro Numsyah, Sabtu (23/7/2022). 

Menurutnya, memperingati hari anak nasional dengan kampanye sedini mungkin anak di sekolah perlu diberikan pemahaman tentang bulliying. Untuk itu, anak-anak pun tentu belum paham bulliying itu seperti apa. Maka peran guru di sekolah terus meningkatkan kepedulian kepada anak-anak pentingnya mendidik antisipasi bulliying. 

“Siswa-siswi baru kami ajak untuk menyatakan komitmen bersama untuk melawan bullying. Ditandai dengan memberikan stempel telapak tangan berwarna-warni di papan anti bullying,” jelasnya. 

Khoiro berharap melalui kegiatan itu siswa-siswi kelas satu bisa mengenal bagaimana lingkungan di sekolah barunya. “Kami ajak mereka senyaman mungkin di Sekolah,” imbuhnya. 

Kepala Sekolah Fauzuddin Ahmad menambahkan, kegiatan MPLS ini dikemas dengan program Back to School (BTS) bertajuk New Spirit, New Adventure.

Selain deklarasi, jelas Fauzudin juga menghadirkan pendongeng nasional, Kak Komang. Sebagai menambah semangat sekolah dari tingkah laku kocak Komang untuk pendidikan anak. Setelah mendengarkan dongeng seluruh siswa mendapatkan makanan dan minuman sehat dari bunda-bunda ikatan wali murid (Ikwam). 

“Ada sekitar 689 siswa dibagikan makanan pizza dan minuman susu. Ini juga bagian dari inplementasi branding sekolah sehat serta sekolah ramah anak sehingga ada deklarasi tolakaksi bulliying,” tambahnya usai memperingati .Hari Anak Nasional (faiz/aam)