Sabtu, 28/05/2022 | 05:41 WIB
Gresik Satu

Hari Gizi Nasional, Ketua TP PKK Gresik Ajak Masyarakat Cegah Stunting dan Obesitas

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani (tengah) dalam peringatan Hari Gizi Nasional, Selasa (25/1/2022)./ Foto: Humas Pemkab
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani (tengah) dalam peringatan Hari Gizi Nasional, Selasa (25/1/2022)./ Foto: Humas Pemkab

GresikSatu I Kasus Stunting dan Obesitas pada anak-anak di Kabupaten Gresik, masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan secepatanya secara bersama, salah satunya pencegahan dari hilir dan bukan hanya PKK saja namun bersama lintas sektor.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani mengatakan berbagai upaya akan dilakukan bersama Stakeholder terkait dalam mencegah dan menekan Stunting dan Obesitas di Kabupaten Gresik.

Upaya itu, diantaranya pemberian tablet penambah darah dan pengecekan cacing serta pendampingan pendampingan.

Selain itu, di Pokja 1 bersama Pokja 4 juga ada program inovasi PKK salah satunya akan ada sertifikasi pra Nikah, dimana upaya ini merupakan pencegahan banyaknya pernikahan dini dan menurunkan angka Stunting.

“Dengan adanya sertifikasi pra nikah diharapkan pada calon pengantin yang belum cukup umur dan belum ada bekal untuk menikah tidak melahirkan generasi yang stunting,” ujarnya.

Istri Bupati Gresik yang akrab disapa Ning Nurul itu mengajak masyarakat untuk menyiapkan generasi emas dari sekarang dengan komitmen bersama untuk membangun gizi terbaik untuk anak akan mencegah dan menurunkan kasus Stunting dan Obesitas.

“Mulai hari ini mari kita budayakan secara komitmen membangun gizi pada anak untuk mencegah Stunting dan Obesitas,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr. Mukhibatul Khusnah menambahkan, kasus Stunting dan Obesitas menurut prevelansi survey 23 persen dibawah Jatim 23,5 persen.

Dalam mencegah Stunting memang harus secara bersama sama dengan Stakeholder, pencegahan harus dimulai dari remaja putrinya dimana seorang ibu nantinya sudah menikah dan sudah mengalami masa kehamilan maka anak yang dilahirkan akan sehat dan bergizi.

“Apresiasi setinggi tingginya kepada SD Irada pada peringatan hari gizi Nasional ini dalam kondisi Pandemi Covid-19 dengan adanya lomba Master Chef tidak sekedar lomba namun akan memberikan edukasi pentingnya makan makanan bergizi juga akan menambah imun ibu dan anak dalam mengahadapi Pandemi Covid-19 mudah-mudahan nanti akan menghasilkan siswa siswi yang Sholeh Cerdas dan Terampil,” ungkapnya.**