Selasa, 09/08/2022 | 20:53 WIB
Gresik Satu
Berita Gres Hukrim

Hari Pertama Kunjungan Tatap Muka Rutan Gresik, Banyak Pengunjung Belum Lengkap Persyaratan 

Gresiksatu.com
Salah satu tahanan dikunjungi oleh keluarga di Rutan Cerme Gresik. (Foto: Faiz/Gresiksatu.com)

GresikSatu | Dua tahun dampak pandemi Covid-19, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B, Jalan Banjarsari, Cerme, Gresik sudah memperlakukan jam besuk kunjungan tatap muka. Hari ini, Selasa (12/7/2022) merupakan hari pertama jam kunjung warga binaan permasyarakatan (WBP).

Dari sekian banyak pengunjung yang melakukan kunjungan. Banyak diantara pengunjung belum melengkapi syarat untuk bisa tatap muka bersama WBP. Rata-rata warga yang tidak lengkap persyaratan mengalami kendala vaksinasi dosis tiga (booster).

“Rata-rata pengujung belum menerima vaksin dosis tiga, karena alasan kesehatan. Maka pengujung bisa menunjukkan surat keterangan. Ini yang masih banyak pengujung tidak membawa. Kami akan lebih intens berikan sosialisasi dan pemahaman kepada para pengujung WBP,” ucap Kepala Rutan Gresik Aris Sakuriyadi, Selasa (12/7/2022). 

Namun, jelas Aris jika pengunjung tidak bisa tatap muka, pengunjung bisa menitipkan barang bawaan untuk WBP. Secara otomatis jika tidak lengkap persyaratan, pengunjung dialihkan melakukan interaksi virtual video call dengan WBP.

“Untuk Video call berdurasi waktu 3 sampai 4 menit. Untuk tatap muka durasi waktu maksimal 15 menit,” ucap Kepala Rutan Gresik Aris Sakuriyadi, Selasa (12/7/2022).

Dijelaskan Aris, untuk jadwal tatap muka pengunjung. Hanya berlaku dua hari setiap hari Selasa dan Kamis. Hari Senin, Rabu, dan Sabtu hanya penitipan barang saja. Jumat dan Minggu libur. Tidak semua pengunjung bebas masuk area tempat kunjungan. Hanya keluarga inti dari WBP. 

“Bisa istri, suami, atau orang tua. Pengunjung terlebih dahulu mendaftarkan diri di Sentra Pelayanan Pemasyarakatan Terpadu,” ujarnya. 

Setelah itu, ada screaning pemeriksaan barang bawaan yang langsung diperiksa petugas. Barang yang akan diberikan ke WBP akan terpantau dan bisa dilihat oleh pengunjung, bahwa barang sudah diterima melalui pelayanan Rugrespantau. 

“Dari pelayanan digital Rugrespantau ini pengunjung bisa melihat secara online barang yang diterima WBP,” jelasnya. 

Bagi pengujung yang sudah memenuhi persyaratan. Pengujung langsung masuk pintu utama Rutan. Kemudian diberikan kalung pengunjung, dan masuk ke ruang penggeledahan barang. Setelah itu baru pengujung masuk ke tempat kunjungan sembari menunggu WBP yang dibesuk. 

“Masyarakat juga bisa mengetahui status WBP di sistem database permasyarakatan (SDP) yang telah tersedia di ruang Sentra Pelayanan Pemasyarakatan Terpadu. Sistem secara digital sudah menyimpan data sidik jari para pengunjung keluarga inti. Jadi hanya keluarga inti pengujung yang bisa akses layanan SDP ini,” paparnya. 

“Waktu berkunjung, pengunjung hanya diperbolehkan 1 kali seminggu pada jam kerja mengunjungi WBP,” tambahnya. 

Diketahui jumlah kapasitas Rutan Gresik 200 orang. Namun penghuni Rutan melebihi atau over load kapasitas. Total penghuni ada 730 orang yang menginap di rutan ini. “Dari ratusan WBP, mayoritas kasus narkotika sekitar 70 %,” imbuhnya memungkasi. (faiz/aam)