Senin, 03/10/2022 | 15:26 WIB
Gresik Satu
Berita Gres

Haul KT Poesponegoro Bupati Pertama Gresik, Sosok dan Kiprahnya

Gresiksatu.com
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat menghadiri haul KT Poesponegoro ke 303. (Foto : Faiz/gresiksatu.com)

GresikSatu | Bagus Lanang Peospodiwongso atau Kyai Tumenggung Poesponegoro merupakan Bupati Gresik pertama. Gresik di bawah pimpinannya tercatat telah banyak memberikan peninggalan bangunan sejarah yang bisa dinikmati hingga kini. 

Tak keliru, masyarakat yang merayakan haul KT Poesponegoro ke 303, pada Minggu (21/8/2022) kemarin, sampai berjubel-jubel datang ke kompleks pemakaman Desa Gapurosukolilo, Gresik Kota. Mereka yang datang ingin mendengar langsung kisah kemashuran Poesponegoro saat memimpin Gresik.

Dalam sambutanya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berpesan kepada masyarakat untuk mengetahui leluhur pemimpin Gresik. Dengan terselenggaranya Haul ini juga masyarakat Gresik sepatutnya mengenal, bahkan bisa meneladani sosok KT Poesponegoro ini. 

“Kami turut mendoakan dan semoga bisa meneladani sosok Bupati pertama Gresik ini,” ucapnya, Minggu (21/8/2022). 

Bupati milenial itu pun berdoa di dalam makam Bupati pertama Gresik itu serta menaburkan bungah. Didampingi para pengurus yayasan dan panitia Haul. 

“Kami akan terus mendukung melestarikan peninggalan dan warisan budaya peninggalan Poesponegoro di area makam ini,” ujarnya.

Ketua Panitia Haul KT Poesponegoro H Askhabul Kafhi mengatakan, Haul KT Poesponegoro merupakan agenda rutinan setiap tahun bulan syuro. Tepatnya di bulan akhir minggu terakhir bulan syuro atau Muharram.

“Haul di Tahun ini sangat berbeda dari pada tahun-tahun sebelumnya. Sekarang Haul mengundang para masyarakat sekitar. Tidak hanya putro wayah atau keluarga keturunan Poesponegoro. Bahkan, masyarakat umum lebih banyak mengikuti Haul ke 303 ini,” ungkapnya.

Kiprah Poesponegoro

Diketahui, Poesponegoro sendiri memimpin Gresik sejak tahun 1688 hingga 1696. Secara kongkrit, setelah Kerajaan Giri Kedaton runtuh, yang kekuasaan diambil alih Kesultanan Mataram Islam. 

Alhasil, Poesponegoro menjadi Bupati dibawah kempimpinan kerajaan Mataram Islam. Tak heran banyak kebijakan yang diterapkan, disesuaikan dengan kebijakan pemerintahan pusat kerajaan. Mulai dari penataan kota hingga pengaplikasian hukum dan budaya.

Salah satu keluarga KT Poesponegoro Raden Ibrahim Garda Bravere Vaganza Maryono mengaku, tidak banyak literasi yang menjelaskan secara detail terkait kepemimpinan bupati pertama. Namun dari temuan batu prasasti yang ditulis menggunakan hurufnya aksara Pegon, menunjukan kejayaan Gresik dibawah kepempinan KT Poesponegoro.

“Ada juga peninggalan Poesponegoro yakni  bedug di Masjid Jamik yang dibuat penanda sholat seiring dengan pembangunan masjid,” katanya, saat diwawancarai wartawan Gresiksatu.com, Rabu (9/3/2022) saat itu.

Bahkan, Poesponegoro tercatat pernah memindahkan Makam Maulana Malik Ibrahim. Dari yang sebelumnya berada di daerah pesisir Pelabuhan Gresik. Dipindahkan di tempat sekarang yang saat ini banyak didatangi para peziarah. Sayangnya, tidak dijelaskan secara pasti, penyebab makam harus pindahkan. (faiz/aam)