Sabtu, 20/08/2022 | 12:01 WIB
Gresik Satu
Sastra

Hewan Kurban, Takbir Keliling, dan Masjid Baiturrochim

e819f7cc 3e8d 40b2 bbb9 a6051de94e5a
 Advertisement

Pada malam Idul Adha 1443 H, sehabis solat Magrib, Jaka – kita sebut nama tokoh dalam tulisan ini – berada di pelataran masjid dekat tempat tinggalnya, yaitu: Masjid Baiturrochim (Jalan Mutiara XIII-XIV, PPS, Manyar, Gresik). Di sana, Jaka ditanya oleh anak tetangga yang bernama Nabil: “Mas, sapi di situ jinak?” Jaka pun mengajak Nabil untuk mendekat ke sapi. Lalu, tangan Jaka mengelus kepala sapi. “Jinak. Ayo, coba pegang,” ucap Jaka. Tangan Nabil gemetaran ketika hampir memegang tanduk sapi.

Gresiksatu.com
Suasana malam Idul Adha di Masjid Baiturrochim
Foto: Aji (2022)

Jaka yang melihat tangan Nabil gemetaran tiba-tibamengingatkannya pada masa kecil di sebuah kampung pesisir. Waktu itu akan Idul Adha. Jaka bersama kawan mengucapkan seruan berbahasa Jawa: “Sapine teko, sapine!” (bahasa Indonesianya: “Sapinya datang, sapinya!”). Berulang kali seruan diucapkan mereka dengan kegembiraan setelah sapi turun dari truk. Mereka juga mengerubungi sapi seolah baru pertama kali bertemu.

Ingatan yang lain: Jaka bersama kawannya berkeliling dari gang ke gang; dari kampung ke kampung; dari langgar ke langgar; hingga dari masjid ke masjid. Mereka berkeliling untuk melihat hewan kurban. Atau, mereka berkunjung ke beberapa stan penjualan hewan kurban. Setiap melihat hewan kurban, mereka begitu suka mengelus dan memeluknya. Kalau pulang, orang tua akan marah ketika mencium bau hewan kurban di tubuh mereka.

***

Takbir menggema di Masjid Baiturrochim setelah solat Isya. Di pelataran masjid, Jaka melihat empat mobil bak. Empat mobil bak itu disiapkan takmir untuk berpartisipasi dalam kegiatan takbir keliling se-Perumahan Permata Suci, Gresik. Para peserta adalah bocah dan remaja. Jaka mendengarkan kumandang takbirdari para peserta di atas mobil bak, seolah perayaan sukacita.

Gresiksatu.com
Mobil bak untuk takbir keliling
Foto: Aji (2022)

Takbir keliling menjadi sesuatu yang umum ketika malam hari raya umat Islam. Jaka menganggap takbir keliling memberi pemaknaan tentang rasa syukur kepada Allah SWT. Jaka juga mengabadikan beberapa momen takbir keliling lewat foto. Beberapa momen yang penuh semangat dari aksi para peserta di atas mobil bak.

Gresiksatu.com
Salah satu peserta yang mengikuti takbir keliling se-Perumahan Permata Suci, Gresik
Foto: Aji (2022)

Jaka menghitung pernah dua atau tiga kali ikut takbir keliling. Tapi, Jaka hanya mengingat ikut takbir keliling bersama suporter sepak bola. Sehingga kumandang takbir terasa berapi-api ketika diiringi tabuhan drum. Atau, ikut takbir keliling dengan menaiki truk ikan asin. Sehingga Jaka terkadang mencium bau ikan asin ketika takbir keliling. Dua ingatan Jaka tersebut menjadi memori yang lucu dan unik.

***

Gresiksatu.com
Suasana hewan kurban di Masjid Baiturrochim
Foto: Aji (2022)

Setelah keberangkatan takbir keliling, Jaka kembali ke pelataran masjid. Di Masjid Baiturrochim, Jaka melihat panitia kurban. Salah satu panitia kurban sedang merawat hewan kurban agar tidak stres. Salah satu panitia kurban yang lain sedang mengumandangkan takbir. Ingatan di kampung pesisir dan peristiwa baru di perumahan pun saling berkelebat dalam pandangan Jaka. “Selamat Idul Adha 1443 H.

 

Catatan: Kolom Sastra GresikSatu diasuh oleh penyair dan penikmat seni rupa Aji Saiful Ramadhan yang tinggal di Gresik.