GresikSatu | Yayasan Gang Sebelah terus melakukan inovasi kerja literasi dan kebudayaan. Hal itu dibuktikan dengan keberadaan Gedung cafe Sualoka Hub.
Gedung ini, merupakan placemaking yang mengaktivasi bangunan tua berusia lebih dari 120 tahun, untuk ruang kreatif publik dan komunitas yang juga tersedia cafe bergaya Vintage. Letaknya di kampung kemasan, Gresik, tepatnya di Jl Nyai Ageng Arem-arem GG III No. 20, Pekelingan, Gresik.
Terbaru, di dalam ruangan cafe Sualoka Hub, ada ruang perpustakaan, yang diberi nama Lokalisier. Ruang perpustakaan ini, diharapkan menjadi ruang untuk meningkatkan literasi dan ekspresi kebudayaan.
Pembina Yayasan Gang Sebelah, Dewi Musdalifah mengatakan, Sualoka Hub ini diinisiasi oleh Yayasan Gang Sebelah, dirancang sebagai ruang multifungsi.
“Menggabungkan kafe dan ruang bagi lintas komunitas,” ucapnya.
Menurut dia, di tempat itu, pengunjung dapat berinteraksi dan berkreativitas. Termasuk juga memperluas jaringan atau berpartisipasi dalam berbagai acara.
“Seperti diskusi, pameran seni, workshop, pertunjukan, atau bahkan program semacam residensi dan walking tour di kota tua Gresik,” ujarnya, Kamis (21/11/2024) .
Perpustakaan itu, mengoleksi lebih dari 1200 buku berbagai genre yang tertata rapi di lemari dan juga terdapat produk-produk toko lokal Gresik. Kolaborasi dari banyak pihak menjadikan perpustakaan Lokalisier bisa lebih dekat dengan masyarakat.
“Bisa menjadi alternatif yang mampu menarik siapapun untuk datang ke sini,” jelasnya.
Selain itu, perpustakaan Lokalisier dirancang sebagai ruang interaksi yang ramah dan nyaman bagi pengunjung di segala usia.
“Semua ini bertujuan menghidupkan kembali semangat literasi yang kerap berjarak di tengah era digital,” tandasnya.
Diketahui, dalam acara peresmian perpustakaan itu, ada beberapa acara dilakukan. Diawali dengan tur keliling Kota Lama Gresik, pada sore harinya. Kemudian diikuti pembacaan cerpen dari buku Tinutur. Hingga diskusi publik bersama Achmad Zainuri.
Pria yang juga seniman teater itu berbagi kisah melalui bukunya, Panggung Senyap Bengkel Muda Surabaya.
Berbagai Komunitas, seperti Gresik Book Party, Gresik Movie, dan Ruang Sastra Gresik, hadir berkolaborasi dengan Sualoka Hub, saling belajar bersama.
Mereka sedang berpesta membaca buku, berbagi inspirasi tentang buku, sekaligus diskusi literasi. Beberapa di antaranya adalah karya residensi penulis dalam program Tinutur yang menceritakan Kota Gresik.
Canda, tawa, bahkan sorakan sesekali terdengar. Acara pada malam itu juga diisi dengan penampilan deklamasi puisi, hingga pembacaan cerpen.
Nandur Tandur diselenggarahkan untuk rangkaian peresmian Lokalisier, sebuah perpustakaan dan toko.
Program Nandur Mundur itu mendapat apresiasi dari Budayawan Gresik, Kris Adji AW. Ia bersyukur ada perpustakaan yang hadir di tengah kawasan herritage Gresik.
“Di sini kita menemukan tempat, selain kafe juga diresmikan perpustakaan,” ungkapnya.
Ia juga berterima kasih kepada Yayasan Gang Sebelah yang aktif bergerak untuk peningkatan minat baca dan literasi. Termasuk juga bagian dari upaya kreatif untuk pelestarian cagar budaya.
“Saya berterima kasih karena ini upaya untuk peningkatan minat baca dan pengembang literasi,” harapnya.