Sabtu, 26/11/2022 | 19:14 WIB
Gresik Satu
Berita Gres

Ini Sosok Mahasiswa Asal Gresik yang Jadi Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang

Gresiksatu.com
Hadiyatus Saniyah memakai baju wisuda. (Foto : Dokumen)

GresikSatu | Kerusuhan suporter antar aparat di Stadion Kanjuruhan, Malang banyak menyisakan kabar duka. Salah satunya datang dari warga Kabupaten Gresik. Seorang mahasiswa Hadiyatus Saniyah asal Desa Bayuurip, Ujungpangkah, Gresik harus pergi meninggalkan keluarga akibat kerusuhan tersebut. Perempuan berusia 24 tahun dikenal dengan sosok yang baik dan pintar. 

Dari penuturan teman sebayanya, Rizki Adi Adha. Korban dulu satu organisasi dengannya di Formagres (Forum Mahasiswa Gresik). Korban dikenal dengan pribadi yang baik, suka menolong temannya. Tidak hanya itu, korban juga aktif di beberapa organisasi kepemudaan dan kampus.

“Dia satu kota asal Gresik dan satu kelompok saat maba. Itu awal saya kenal korban. Korban sebagai sekertaris pada organisasi tersebut, saya sebagai wakil ketuanya,” ucapnya kepada Gresiksatu.com, Minggu (2/10/2022). 

Diakuinya, sosok almarhumah sangat pintar dan baik. Orang tua juga menjadi guru di Pondok Mambaul Ihsan Banyuurip, Ujungpangkah, lembaga Al Fattah, dan SMA Alkarimi Tebuwung, Dukun. Dari segi keluarga, korban terdidik dengan baik dalam hal agama maupun pendidikan.

Hadiyatus Saniyah masuk di Universitas Islam Malang (Unisma) tahun 2016. Peremuan dengan dua bersaudara itu, mengambil program studi Fakultas Agama Islam (FAU) Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Tujuh semester kemudian ia baru meluluskan studinya dan mengajar di Kota Malang.

“Almarhumah satu angkatan tahun 2016 bersama saya. Dia (almarhumah) prodi PGMI saya Fakultas Teknik, Teknik Mesin,” ujarnya. 

Lebih lanjut dia, dirinya masih belum tau pasti keterlibatan alamarhuma di dunia suporter atau penonton Arema di Malang. Karena sekitar satu tahun lebih sudah tidak intens komunikasi bersama korban. 

“Sepertinya memang suka nonton bola klub Arema. Dia (almarhumah) suka liat Arema saat di malang. Setahu saya dua kali menonton Arema,” jelasnya.

Atas kepergian Almarhumah, Rizki Adi Adha mengaku sedih. Ia berdoa agar Tuhan memberikan yang terbaik dan pulang dalam keadaan khusnul khotimah.

“Doa terbaik buat teman saya mas. Dia kualiah ambil jurusan yang mulia, mungkin dibenaknya ingin mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai cita-citanya meneruskan ayahnya,” jelasnya.

Sebelumnya, kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang menyisahkan luka bagi keluarga Sukardi warga Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. Pasalnya, anak kesayangannya Hadiyatus Tsaniah yang kebetulan berada di Stadion Kanjuruhan Malang menjadi korban tewas dalam peristiwa Sabtu (1/10/2022) malam.

Hadiyatus Tsaniah merupakan warga Banyuurip Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. Dia meninggal bersama 127 korban kerusuhan lainnya. Perempuan berusia 24 tahun itu lulusan sarjana di Universitas Islam Malang (Unisma) dengan program studi pendidikan guru Madrasah Ibtidaiyah.

Aktivitas Hadiyatus Tsaniah setelah lulus sarjana di Malang ternyata menjadi guru les privat. Ia merupakan dua bersuadara dari anak seorang guru di Madrasah Aliyah Al-Fattah Ujungpangkah. (faiz/aam)

Baznas Gresik