Senin, 03/10/2022 | 18:58 WIB
Gresik Satu
Pemerintahan

Istighosah Kubro Muslimat dan Fatayat, Wabup Gresik: Ilmu Pengetahuan Islami Penting!

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah saat menghadiri Istiqosah Qubro Muslimat dan Fatayat NU Driyorejo, Minggu (23/1/2022)./ Foto: Humas Pemkab
Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah saat menghadiri Istiqosah Qubro Muslimat dan Fatayat NU Driyorejo, Minggu (23/1/2022)./ Foto: Humas Pemkab

GresikSatu I Muslimat dan Fatayat Nadhlatul Ulama (NU) Anak Cabang Driyorejo mengadakan kegiatan Istighosah Kubro, kali ini bertempat di Mesjid Ussisa Alat Taqwa, Desa Wedoroanom, Kecamatan Driyorejo, Minggu (23/1/2022).

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang hadir mengajak peserta Istigosah Kubro Muslimat dan Fatayat Anak Cabang Driyorejo untuk terus menimba ilmu secara Islami baik secara mandiri maupun lewat forum-forum keilmuan seperti yang dilakukan saat ini.

“Kepada Perempuan, khususnya Muslimat dan Fatayat, njenengan (kalian) semua ini merupakan penentu suatu rumah tangga, bisa menjadi baik atau tidak. Karenanya, dalam rumah tangga Islam diperlukan pengetahuan yang Islami yang nantinya pengetahuan tersebut bisa diterapkan dan diajarkan kepada keluarga dan anak-anak,” ungkap Bu Min sapaan akrab Wabup.

Lebih lanjut, Bu Min menyinggung peran perempuan dalam pendidikan pada anak. Memang, saat ini pada umumnya pendidikan anak memang bisa didapat di sekolah pada waktu-waktu yang sudah ditentukan.

Akan tetapi selepas waktu-waktu tersebut, pendidikan anak utamanya saat anak berada di rumah berada di bawah tanggung jawab orang tua masing-masing.

“Kita perempuan Muslimat dan Fatayat NU harus memahami keilmuan Islami baik berupa kebiasaan-kebiasaan Islami maupun berbagai keilmuan yang lain dalam koridor Ahlussunnah wal Jamaah An-Nadhliyyah. Harapannya generasi muda kita tumbuh menjadi generasi muda yang luar bisa dan cinta pada tanah airnya,” jelasnya.

Kemudian lanjut Bu Min, dengan adanya dasar yang kuat kepada anak-anak dari pendidikan Muslimat dan Fatayat di rumah masing-masing, maka paham-paham radikal dan menyimpang bisa dihindarkan dari anak-anak.

“Lewat dasar pendidikan yang kuat dari Fatayat dan Muslimat di rumah masing-masing, anak-anak kita bisa terpagari dari paham radikal dan menyimpang,” ungkapnya.**