Minggu, 27/11/2022 | 04:58 WIB
Gresik Satu
Berita Gres Pemerintahan

Jabat Camat Tambak, Begini Misi yang Dibawa Nur Syamsi

Gresiksatu.com
Camat Tambak Muh Nur Syamsi saat memberikan sambutan di acara pisah kenal di Kantor Kecamatan Tambak Pulau Bawean (Foto : Faiz /gresiksatu.com)

GresikSatu | Muh Nur Syamsi resmi menjabat Camat Tambak Pulau Bawean, Gresik. Pria kelahiran Pulau Bawean itu mengajak sinergitas asosiasi kepala desa (AKD), dan tokoh masyarakat, bisa menghasilkan produk unggulan pertanian dari olahan sampah. 

Hal tersebut disampaikan Camat Tambak Muh Nur Syamsi saat acara pisah kenal Camat Tambak di Kantor Kecamatan Tambak Pulau Bawean, Sabtu malam (2/6/2022). Muh Nur Syamsi sebelumnya menjabat Pengawas Mutu Hasil Pertanian Dinas Pertanian Gresik. Kini menggantikan posisi Subhan yang diangkat menjadi Sekretaris Diskoperindag Gresik. 

Dalam acara tersebut, tampak para Kepala Desa dari Kecamatan Tambak kompak berseragam putih mengenakan ikat kepala khas Pulau Bawean Talo (Tale Olo). 

Menurut Syamsi panggilan akrabnya, ada banyak jaringan dan kolaborasi dari daratan Gresik untuk kemajuan Bawean. Khusunya di Kecamatan Tambak. 

Nah, untuk mewujudkan hal tersebut, Alumnus Fakultas Pertanian Universitas Jember (Unej) itu, akan menggalakkan produk pertanian dari olahan sampah. 

“Bawean tidak hanya kaya potensi wisata, namun juga kaya dengan hasil pertaniannya. Untuk mendukung sektor itu perlu membuat produk pertanian. Salah satunya pupuk organik dari olahan sampah,” ucapnya, Minggu (3/6/2022). 

Untuk itu, jelas Syamsi, di Kecamatan Tambak sudah ada Desa yang melakukan kegiatan olahan sampah. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) reduce, reuse, recycle (3 R). Mulai dari kegiatan pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang sampah. 

“Dari kegiatan itu bisa memilah sampah non plastik yang bisa didaur ulang menjadi pupuk unggulan,” jelasnya. 

Syamsi menuturkan, hal itu sudah terbukti produktif. Dari olahan sampah bisa menghasilkan pertanian organik. Bahkan lebih unggul dari Gresik. Karena di Pulau Bawean nyaris jarang ditemukan bahan kimia dari sampah organik.

“Produk pupuk yang dihasilkan lebih berkualitas, kendati produksi kecil. Kedepan produk organik ini yang akan menjadi unggulan di Kecamatan Tambak,” tuturnya. 

“Tentunya akan lebih produktif jika kegiatan ini, ada di setiap desa Kecamatan Tambak. Melihat mayoritas dari 13 desa banyak potensi pertanian. Kami mohon bimbingan para AKD, tokoh masyarakat, dan semua stekholder,” tambahnya. 

Ketua AKD Kecamatan Tambak Muhammad Salim berharap pergantian Camat yang baru, bisa memberikan inovasi dan warna untuk Kecamatan Tambak lebih baik. Khusunya dalam sektor pertanian. 

“Mari kita dukung sepenuhnya program pertanian di Bawean atas pengetahuan yang dimiliki bapak Camat baru ini,” tegasnya. 

Diketahui, selain Camat, acara pisah kenal juga mengukuhkan Sekcam Tambak yang baru Supaji Alatas yang sebelumnya diisi Plt karena purna tugas alias pensiun. 

Turut hadir dalam acara pisah kenal Camat Tambak. Forkopimcam Tambak, Kepala Desa di Kecamatan Tambak, tokoh agama, beserta elemen pemuda Kecamatan Tambak. (faiz/aam)

Baznas Gresik