Sabtu, 20/08/2022 | 12:20 WIB
Gresik Satu
Politik

Jadi Biang Kerok, GP Ansor Gresik Minta Pesanggrahan Keramat Milik Oknum DPRD Gresik Ditutup

Teks foto : GP Ansor Gresik saat aksi menyikapi pernikahan manusia dengan kambing di depan DPRD Gresik (Faiz /gresiksatu.com)
 Advertisement

GresikSatu | Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Gresik melakukan unjuk rasa di depan kantor DPRD Gresik, Kamis (9/6/2022). Aksi itu terkait menyikapi pernikahan manusia dengan kambing. 

Tampak massa aksi yang juga terdiri dari Banser membentangkan spanduk besar bertuliskan “Rabi Karo Wedos, (Menikah dengan Kambing) Pelecehan Harga Diri Wanita Tidak Tegas dan Hukum Seadil-adilnya”. 

Ketua GP Ansor Gresik Abdul Rokhim menuntut tempat pesanggrahan keramat, yang dibuat ritual pernikahan manusia dengan kambing ditutup. Karena tempat tersebut milik oknum anggota DPRD Gresik. 

“Kami meminta DPRD Gresik menutup tempat yang menyesatkan dan menurunkan marwah Kabupaten Gresik sebagai kota berhias iman,” ucapnya saat melakukan orasi.

Baca Juga : Pemeran Pria Nikahi Kambing Mewek dan Sambil Minta Maaf

Dikatakan, pernikahan itu juga menghilangkan moral kemanusiaan. Pihaknya meminta segera lakukan tindak lanjut oleh oknum DPRD Gresik. 

“Jika tidak ada tindak lanjut oleh DPRD Gresik, maka kami akan kembali demo dengan ribuan massa,” jelasnya. 

Selang 15 menit massa aksi ditemui pimpinan DPRD Gresik. Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan dan Nur Saidah. 

Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir mengatakan, pihaknya akan terus melakukan tindak lanjut atas beberapa aduan masyarakat. Tentang pernikahan manusia dan kambing yang melibatkan oknum DPRD Gresik. 

“Kami tidak ingin menghilangkan kepercayaan masyarakat. Kami banyak menerima beberapa pengaduan tentang hal yang viral ini. Saat ini sudah dalam tahapan verifikasi untuk dilakukan tindak lanjutnya,” ucapnya.

Baca Juga : Ratusan Emak-emak Desa Tambakrejo, Usut Kasus Penggelapan Mantan Gapoktan

Qodir menegaskan, kasus ini menjadi atensi luar biasa dari masyarakat. Untuk itu, nanti hasil dari verifikasi yang dilakukan Badan Kehormatan (BK) akan dilakukan transparan. Dalam hal ini Wakil Ketua Mujid Riduan yang akan memimpin BK DPRD Gresik. 

“Yang pasti saat ini kami akan melakukan tindak tegas sesuai tata tertib dan kode etik untuk oknum anggota DPRD Gresik,” jelasnya. 

Disinggung tentang keterlibatan Ketua BK sebelumnya M. Nasir yang ada di Pernikahan manusia dengan kambing. Menurut Qodir yang bersangkutan sudah menerima pelepasan jabatan tersebut. 

“Rapat BK dipimpin Wakil Ketua DPRD Gresik didampingi unsur Pimpinan,”ujarnya. (faiz/aam)