Senin, 03/10/2022 | 17:38 WIB
Gresik Satu
Politik

Jadi Ketua KPPI Kabupaten Gresik, Bu Min Ingatkan Pentingnya Peran Perempuan di Politik

Wakil Bupati (Wabup) Gresik Aminatun Habibah saat dilantik menjadi ketua Ketua KPPI periode 2022-2077 Kabupaten Gresik Ketua KPPI Jawa Timur (Jatim) Erma Susanti di Pendopo Alun-alun Kabupaten Gresik, Kamis (21/4/2022)./ (TBK/gresiksatu.com)

GresikSatu I Jajaran pengurus DPC Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Gresik periode 2022-2027 resmi dilantik bertepatan dengan hari Kartini oleh Ketua KPPI Jawa Timur (Jatim) Erma Susanti di Pendopo Alun-alun Kabupaten Gresik, Kamis (21/4/2022). Kegiatan diawali dengan kegiatan sosialisasi Pemberdayaan Organisasi Masyarakat Perempuan Kabupaten Gresik Tahun 2022 yang dilaksanakan di ruang Putri Mijil, komplek pendopo Kabupaten Gresik.

Wakil Bupati (Wabup) Gresik Aminatun Habibah yang hadir dalam rangkaian kegiatan ini, menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan sosialisasi tersebut. Dihadapan puluhan perempuan peserta sosialisasi, Wabup yang akrab disapa Bu Min ini menjelaskan mengenai peluang kebijakan dalam mendukung pemberdayaan perempuan di Kabupaten Gresik. Ia menegaskan mengenai peran KPPI dalam memberikan penyadaran kepada kaum perempuan tentang pentingnya partisipasi politik.

“Jadi nanti, setelah ini program yang bisa dicanangkan adalah dengan melakukan sosialisasi-sosialisasi betapa pentingnya perempuan dalam dunia politik ke tiap kecamatan,” jelas Bu Min sapaan akrab Wabup.

Disampaikan Bu Min bahwa, peluang kebijakan dalam mendukung pemberdayaan perempuan di Kabupaten Gresik saat ini terdapat 5 isu prioritas. 5 prioritas tersebut diantaranya adalah peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan, peningkatan peran ibu dalam pendidikan anak, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penurunan pekerja anak dan isu terakhir yang tidak kalah penting adalah pencegahan perkawinan usia dini.

Baca Juga: Peduli Masyarakat, CSR JIIPE Bagikan Paket Lebaran untuk Warga Sekitar Kawasan

Untuk menjawab isu-isu tersebut, Bu Min menegaskan diperlukan adanya suatu kolaborasi yang baik antar stakeholder yang disebut Sinergi Penta Helix, dimana didalamnya dilaksanakan sinergi baik dari lembaga profesi, pemerintah daerah, ormas, akademisi, media, hingga dunia usaha.

Dalam politik, sudah ditetapkan bahwa representasi perempuan sudah ditetapkan minimal 30%. Perlu terus diberikan pemahaman bahwa pemenuhan kuota tersebut bukan lantas hanya membuat perempuan sebagai “pelengkap”, tetapi harus disadari bahwa ini merupakan suatu peluang sebagai bentuk pemberdayaan perempuan.

“Melalui KPPI Kabupaten Gresik, bersama-sama kita saling berkolaborasi, saling bergandengan tangan, sehingga nanti kita bisa menambah jumlah perempuan di legislatif kita dari yang saat ini 10 orang bisa bertambah minimal 30%,” ungkapnya.

Dalam periode kepengurusan yang dilantik hari ini, Bu Min dipercaya menjadi ketua DPC KPPI Kabupaten Gresik. Disamping Bu Min, turut dilantik juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik Nur Sa’idah dalam jajaran pengurus. Tampak hadir mengikuti kegiatan pelantikan ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani.**