Kamis, 30/06/2022 | 02:22 WIB
Gresik Satu
Pemerintahan

Jembatan Klampok Benjeng Minggu Depan Mulai Pengerjaan  

Teks foto : Material untuk pengerjaan tiang pancang jembatan sudah disiapkan untuk progres pembangunan jembatan Klampok (Faiz /gresiksatu.com).

GresikSatu | Pembangunan Jembatan Klampok, Kecamatan Benjeng, Gresik mundur sekitar dua minggu dari rencana pengerjaannya. Rencananya jembatan yang sempat diterjang banjir bakal dikerjakan minggu depan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Achmad Hadi mengatakan, sudah ada retender awal bulan Juni oleh tim bagian layanan pengadaan (BLP). Namun ada kemunduran sekitar dua minggu dari schedulenya. 

“Minggu ini sudah kontrak dengan pelaksana pekerjaan, dan sudah dilakukan survey ke lapangan. Minggu depan sudah bisa dimulai pekerjaan,” ucap Kepala DPUTR Gresik DPUTR Gresik, Sabtu (18/6/2022).

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan, pengerjaan proyek pembangunan Jembatan Klampok segera dilakukan. Mengingat jembatan tersebut sangat vital bagi masyarakat Kecamatan Duduksampeyan, Cerme, dan Benjeng. 

“Harus segera dilakukan pengerjaan karena pemenang tender sudah ada. Banyak masyarakat yang mengeluh akibat kontraktor belum melaksanakan proyek,” ucapnya, Sabtu (18/6/2022). 

“Di Tahun 2022 ini tinggal pemasangan tiang pancang saja dan konstruksi jembatan karena material dan lainnya sudah dilakukan tahun sebelumnya,” tambahnya memungkasi. 

Dari data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Gresik pembangunan jembatan, nilai anggaran pagu Rp Rp. 1.107.822.000,00 dengan nilai harga perkiraan sendiri Rp. 1.107.060.367,49. Setelah seleksi tender proyek sudah selesai. Vendornya Jaya Abadi dengan harga negosiasi Rp 951.594.780,45 dari harga penawaran Rp 953.259.780,45. 

Sekedar diketahui, di tahun 2021 proyek akses vital Jembatan Klampok itu sudah dikerjakan termasuk pengadaan bahan material. Meliputi tiang pancang, box top bottum juga sudah direalisasikan.

Tetapi saat pemasangan dan pelaksanaan kontruksi terkendala banjir bandang (force majeur) dan lokasi tergenang sampai dengan waktu kontrak habis. Sehingga dibayarkan hanya sebatas progres pekerjaan yang dilaksanakan. (faiz/aam)

Full Day School