Selasa, 09/08/2022 | 20:41 WIB
Gresik Satu
Berita Gres Pendidikan

Kampung Bahasa Hingga Pelatihan Vokasi, Jadi Program Rintisan Pendidikan di Bawean

gresiksatu.com
Kepala Dinas Pendidikan Gresik S Hariyanto saat meninjau lokasi kampung bahasa di Sekolah MTS Mambaul Falah, Tambilung, Sukaoneng, Pulau Bawean (Foto : Faiz /Gresiksatu.com)

GresikSatu | Pulau Bawean akan diproyeksikan menjadi pulau perintis pendidikan di Kabupaten Gresik. Rencananya Pemkab Gresik melalui Dinas Pendidikan mulai Bulan Oktober nanti beberapa kelompok siswa dari Gresik akan mulai melakukan pembelajaran konsep rintisan pulau pendidikan yaitu, kampung bahasa.

Kepala Dinas Pendidikan Gresik S Hariyanto mengatakan, secara bertahap konsep yang sudah disusun bersama tokoh masyarakat Bawean mempunyai tiga hasil yang akan dicapai. Diantaranya kampung bahasa, pelatihan Vokasi, dan pelatihan keterampilan dan kepemimpinan. Untuk Pulau Bahasa akan dipusatkan di Desa Sukaoneng, Kecamatan Tambak Pulau Bawean. Tepatnya di Sekolah MTS Mambaul Falah, Tambilung.

“Nanti penerapannya, beberapa siswa setelah Ujian Tengah Semester (UTS) sekitar bulan Oktober nanti akan datang ke kampung bahasa. Disana siswa fokus dalam dunia bahasa internasional. Bahasa Inggris dan Arab, selama dua sampai tiga minggu,” ucapnya, Rabu (3/8/2022).

Di kampung bahasa sendiri juga dilengkapi tempat pembelajaran klasik khas Pulau Bawean, yakni Dhurung. Atau Gazebo. Para siswa nantinya juga bisa mengenal aneka keragamanan tempat klasik khas Pulau Bawean.

Selanjutnya jelas Hariyanto, pelatihan Vokasi akan dipusatkan di Desa Kotakusuma. Rencananya akan menggunakan gedung kosong yang dibuat pelatihan tersebut. Namun secara bertahap, setelah kampung bahasa dilaksanakan. Dari pelatihan ini, para siswa baik Bawean maupun luar Bawean akan melakukan outbound di beberapa wisata di Pulau Bawean.

“Serta para siswa nanti juga dibekali pembelajaran kearifan lokal masing-masing di Bawean. Termasuk pelatihan keterampilan dan kepemimpinan,” jelasnya.

Untuk itu, ujar Hariyanto setelah semua kegiatan berjalan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan OPD lainnya. Seperti Disparekrafbudpora, Diskoperindag, dan Dinas lainnya.

“Tentunya sebagai sinergitas antar lembaga dan OPD di Kabupaten Gresik untuk mewujudkan kampung bahasa di Pulau Pendidikan ini,” ujarnya memungkasi. (faiz/aam)