Senin, 03/10/2022 | 14:52 WIB
Gresik Satu
Berita Gres

Kasad Dudung Berkunjung ke Gresik, Kasus Stunting Jadi Perhatian

Gresiksatu.com
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman saat disambut siswa di Gresik (Foto :Faiz /Gresiksatu.com)

GresikSatu | Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman Kamis (1/9/2022) tadi, mendatangi Kabupaten Gresik. Dalam kunjungan itu, jenderenal bintang empat itu, memberi perhatian khusus kepada kasus stunting.

Tidak hanya itu, Jenderal Dudung mengukuhkan 11 Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting yang terdiri dari Danrem, Ketua TP PKK Kabupaten Gresik, Wabup Gresik, Dandim Gresik, Kajari Gresik, Kapolres Gresik dan beberapa perwakilan perusahaan BUMN, di Gedung WEP Gresik.

Dalam sambutannya, Dudung mengaku punya tugas membantu menekan angka stunting nasional sejak dikukuhkan sebagai Duta Bapak Asuh Stunting dua bulan lalu oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Khusunya permasalahan Stunting di Jawa Timur masih cukup tinggi. 

“Untuk itu kami mengukuhkan Bapak dan Bunda Asuh anak Stunting. Karena saya melihat banyak hambatan di BKKBN dalam mengatasi stunting, karena itu saya mengumpulkan Pangdam, Danrem sampai kebawah untuk menjadi bapak asuh stunting,” ucapnya, Kamis (1/9/2022). 

Mereka (bapak dan bunda stunting) lanjut dia, diminta untuk memantau dan mendampingi langsung anak-anak yang mengalami masalah stunting untuk bersama instansi terkait mengupayakan tambahan gizi dan memicu pertumbuhan. 

“Karena masalah stunting erat kaitannya dengan kondisi ekonomi juga,” ujarnya.

Menurut dia, sejak awal dilantik menjadi KSAD oleh Presiden Joko Widodo, pihaknya diberi amanat salah satunya membantu pemerintah mengatasi pemulihan ekonomi pasca pandemi, terutama memantau ketersedian pangan bagi masyarakat. 

“Ini harapan dari presiden RI agar anak-anak stunting ini semakin ditekan jumlahnya,”imbuhnya. 

Di tempat yang sama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pencegahan stunting perlu dimulai sejak remaja, sehingga edukasi life cycle hidup sehat harus diterapkan sejak dini. 

“Kemudian setelah melalui proses pernikahan, lingkaran kehidupan (life cycle Red) harus hidup sehat sejak kehamilan,” tuturnya. 

Di Jatim sendiri lanjut mantan Mensos itu, angka stunting mencapai 23,5 persen, hal tersebut diakui masih tinggi meski masih di bawah angka rata-rata nasional. Sedangkan di Kabupaten Gresik sendiri angkanya 23 persen, sudah dibawah rata-rata Jawa Timur. 

“Dengan kehadiran Pak KSAD ke Gresik bisa mendorong perilaku hiduo sehat dan penekanan angja stunting, shingga Sumberdaya Manusia kita kuat,” jelasnya. 

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah sendiri menambahkan, dengan kolaborasi banyak pihak, khususnya Bapak Asuh dan Bunda Asuh Anak Stunting ini dapat membantu tumbuh kembang anak yang perlu dipicu pertumbuhannya. 

“Tentu kami menaruh perhatian khusus, melalui dinas terkait agar angka kasus stunting di Gresik bisa ditekan sampai nol,” ucapnya. 

Di akhir acara tersebut, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman juga sempat bernyanyi lagu pamer bojo. Lalu berlanjut meninjau Kampung Pancasila di Kelurahan Sukorame, dan meninjau panen kacang ijo petani di Desa Tulung, Kecamatan Kedamean, Gresik. (faiz/aam)